Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala Urusan HAM PBB: Operasi Militer Myanmar Terhadap Rohingnya Tergolong Pembersihan Etnis

Berbicara pada awal Sidang Dewan HAM PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam "operasi keamanan brutal" yang berlangsung di negara bagian Rakhine.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kepala Urusan HAM PBB: Operasi Militer Myanmar Terhadap Rohingnya Tergolong Pembersihan Etnis
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Warga pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar, menghindari asap (fogging) di lokasi penampungan Imigrasi kelas I khusus Medan, Sumatera Utara, Selasa (5/9/2017). Fogging tersebut dilakukan guna mencegah wabah penyakit demam berdarah yang sering muncul pada musim hujan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Disebutkan dalam laporan itu, dalam dua pekan terakhir, 270.000 orang dari Rohingnya telah mengungsi ke Bandlades.

Lainnya tewas saat mencoba lari dari pertempuran di negara bagian Rakhine.

Saksi mata mengisahkan, desa-desa telah dibakar setelah militan Rohingnya melancarkan serangan terkoordinasi pada 25 Agustus lalu yang memicu serangan balik yang masif dari militer.

Berdasarkan pengakuan dari para saksi mata dan pola kekerasan sebelumnya, perwakilan PBB, Yanghee Lee, mengatakan, "Jumlahnya kemungkinan sekitar 1.000 atau lebih yang sudah tewas."

Lebih dari 1.000 orang diyakini telah dibunuh dalam kekerasan di Myanmar, mayoritas adalah Muslim Rohingya.

Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan laporan resmi pemerintah, demikian laporan dari perwakilan badan dunia PBB kepada AFP.

Laporan tersebut juga memberi saran kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk segera berbicara dan turut menghentikan kekerasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Disebutkan dalam laporan itu, dalam dua pekan terakhir, 270.000 orang dari Rohingnya telah mengungsi ke Bandlades.

Lainnya tewas saat mencoba lari dari pertempuran di negara bagian Rakhine.

Saksi mata mengisahkan, desa-desa telah dibakar setelah militan Rohingnya melancarkan serangan terkoordinasi pada 25 Agustus lalu yang memicu serangan balik yang masif dari militer.

Berdasarkan pengakuan dari para saksi mata dan pola kekerasan sebelumnya, perwakilan PBB, Yanghee Lee, mengatakan, "Jumlahnya kemungkinan sekitar 1.000 atau lebih yang sudah tewas." (AP/AFP/Reuters)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas