Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Malaysia Tangkap 45 Teroris Asing Sepanjang 2017, Ada Warga Negara Indonesia

Mayoritas dari mereka yang terhubung ke dalam ISIS, termasuk tiga warga Irak yang menjadi komandan sel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Malaysia Tangkap 45 Teroris Asing Sepanjang 2017, Ada Warga Negara Indonesia
Malaysia Police Via CNA
45 pejuang asing telah ditangkap di Malaysia sepanjang tahun ini. 

Sebelumnya pernah dirilis, Malaysia menangkap tujuh warga Filipina, yang diduga terlibat dalam kegiatan kelompok Abu Sayyaf, kata polisi pada Kamis (21/9/2017) lalu, demikian Reuters mewartakan.

Penangkapan itu terjadi saat kekhawatiran bahwa kegiatan kelompok keras tersebut meluas di Asia Tenggara meningkat.

Kelompok Abu Sayyaf, yang anggotanya berikrar setia kepada ISIS, dikenal sebagai kelompok garis keras, yang kerap melancarkan serangan bom, pemancungan, pemerasan dan penculikan untuk meminta tebusan di Filipina selatan.

"Tersangka tersebut bekerja sebagai penjaga keamanan untuk perusahaan swasta di ibu kota, Kuala Lumpur, dan negara bagian tetangganya, Selangor," kata Inspektur JenderalFuzi.

"Seorang tersangka, berusia 22 tahun, adalah anggota kelompok Abu Sayyaf, yang terlibat dalam bentrokan dengan militer dan penculikan sandera di Filipina selatan," katanya dalam pernyataan.

Sebuah faksi ekstremis Abu Sayyaf membantu merebut sebagian besar kota Marawi di Filipina selatan pada Mei, memimpin pengepungan yang menewaskan sekitar 670 gerilyawan dan 149 tentara.

Polisi Malaysia mengatakan bahwa penangkapan mereka didasarkan pada informasi yang diterima setelah pihak berwenang menggagalkan rencana seorang anggota Abu Sayyaf yang hendak melakukan serangan pada upacara penutupan SEA Games di Kuala Lumpur bulan lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketujuh pria tersebut tiba di Malaysia pada September 2015 melalui kota Sandakan di negara bagian Sabah, dari pantai selatan Filipina, sebelum akhirnya mereka melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur menggunakan dokumen palsu, kata Mohamad Fuzi.

Malaysia, yang penduduknya mayoritas Muslim, sejak 2013 telah menahan lebih dari 300 orang dengan dugaan keterkaitan mereka terhadap ISIS.(CNA/Reuters/AP)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas