Bumi Mulai Terbakar, Gelombang Panas Melanda India, Thailand hingga Eropa
WMO memperkirakan Arktik akan memanas hampir 1,66 derajat Celsius antara saat ini dan tahun 2030.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan berita
- Gelombang panas ekstrem melanda berbagai wilayah dunia, dari Asia hingga Eropa.
- Thailand mencatat suhu mencapai 52°C, India mengalami panas di atas 48°C di puluhan kota, sementara Arab Saudi menghadapi suhu hingga 50°C saat musim haji.
- Para ilmuwan mengaitkan kondisi ini dengan perubahan iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil.
- World Meteorological Organization memproyeksikan 2026–2030 menjadi periode yang semakin panas, dengan peluang besar suhu global melampaui ambang 1,5°C di atas era praindustri, sehingga meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, dan krisis pangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa hari terakhir panas terik di siang hari melanda Jakarta dan sekitarnya.
Tak hanya di Jakarta beberapa negara Asia juga mengalami hal sama.
Di Bangkok, Thailand, pada Senin (4/5/2026) lalu bahkan dilanda suhu panas yang luar biasa mencapai 52 derajat Celsius.
Jemaah yang tengah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi juga mengalami hal serupa.
Suhu di tanah suci selama musim haji tahun ini mencapai kisaran ekstrem antara 42 hingga 48 derajat Celsius, bahkan dilaporkan mencapai 50 derajat Celsius di beberapa titik.
Hampir seluruh India
Gelombang panas di India memecahkan rekor daftar kota terpanas di dunia.
Sebanyak 98 kota di India dilanda panas.
Suhu melampaui 48 derajat Celcius.
Beberapa kota di India mencatat suhu udara naik 5 hingga 8 derajat di atas normal musiman.
Dan tepat ketika India dilanda gelombang panas, Eropa pun menyusul.
Prancis melaporkan korban jiwa.
London mengalami apa yang oleh para ahli meteorologi disebut sebagai malam tropis, di mana suhu tidak turun di bawah 20°C. Skotlandia dilanda kebakaran.
Inggris memecahkan rekor suhu yang telah bertahan selama seabad, lalu memecahkannya lagi keesokan harinya.
Ini bukanlah peristiwa cuaca regional.
Ini adalah keadaan darurat serentak yang melanda seluruh benua, dan perubahan iklim berada di pusat semuanya.