Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Potret Kota Marawi: Ladang Pembantaian dan Monumen Kehancuran

Filipina menghadapi jalan panjang menuju pembangunan kembali. Namun tugas terbesar adalah meredam geliat terorisme yang tak kunjung padam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Potret Kota Marawi: Ladang Pembantaian dan Monumen Kehancuran
capture video
Hampir dua bulan pemerintah Filipina memberlakukan darurat militer di pulau Mindanao demi mengusir kelompok ISIS di Marawi. 

Arsitek Filipina, Felino Palafox Jr, yang ikut membantu pembangunan kembali mengusulkan agar puing-puing kota dijadikan monumen untuk mengingat bagaimana sebuah kota bisa jatuh ke tangan teroris.

"Agar bisa menjadi pelajaran bagi generasi mendatang," katanya. Namun begitu pembangunan fisik bukan tantangan terbesar pemerintah Filipina.

Pengamat keamanan mengkhawatirkan kelahiran generasi baru jihadis yang lebih terlatih dan tanpa ampun setelah melihat dan mengalami kekalahan di Marawi.

Meredam geliat teror hingga ke akarnya dianggap "tugas terbesar yang dihadapi pemerintah," kata politisi Filipina, Macabangkit Lanto.

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Inilah Wajah Marawi setelah ISIS Dikalahkan

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas