Berkat ‘pukulan ajaib’, Kevin/Marcus pertahankan juara ganda putra All England
Pasangan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, kembali merebut juara ganda putra All England setelah mengalahkan duo Denmark
Kevin/Marcus menjadi ganda putra pertama sejak tahun 1996 yang berhasil mempertahankan gelar juara.
Prestasi ini ditorehkan oleh ganda putra legendaris Indonesia, Ricky Subagja/Rexy Mainaky.
Rexy kepada BBC Indonesia mengatakan sejak awal dirinya sudah yakin Kevin/Marcus akan bisa mengikuti jejak dirinya.
Kelebihan Kevin/Marcus, menurut Rexy, adalah tingkat konsentrasi yang sangat tinggi di lapangan: "Secara mental mereka juga tahu apa yang dilakukan di lapangan. Mereka stabil, tak mudah goyah."
Prestasi Kevin/Marcus meroket sejak juara di All England pada 2017.
Selain sukses di Birmingham, duo ini tampil di 11 turnamen superseries dan sembilan kali masuk babak final.
Dari sembilan final, Kevin/Marcus menyabet tujuh gelar juara, yaitu di Birmingham, India, Malaysia, Jepang, Cina, Hong Kong, dan di Dubai.
Prestasi ini memecahkan rekor yang dicatat pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong pada 2015.
Tak mengherankan jika badan bulutangkis dunia, BWF, menobatkan Kevin/Marcus sebagai pemain terbaik 2017, yang membuat keduanya kaget karena gelar itu biasanya selalu diraih oleh pemain tunggal.
Hasil lain All England 2018: Shi Yuqi merebut gelar juara di tunggal putra setelah mengalahkan seniornya, Lin Dan, 21-19, 16-21, dan 21-9.
Dan Tai Tzu Ying asal Taiwan membuktikan diri yang terbaik di nomor tunggal putri, dengan mengalahkan pemain Jepang, Akane Yamaguchi, dengan angka 22-20 dan 21-13.
Gelar di ganda putri diraih pasangan Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, yang di final menundukkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, 21-19 dan 21-18.
Baca tanpa iklan