Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Belgia Ikuti Jejak Sejumlah Negara Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Belgia telah memutuskan untuk mengusir staf diplomatik Rusia sebagai aksi solidaritas dengan Inggris.

Belgia Ikuti Jejak Sejumlah Negara Uni Eropa Usir Diplomat Rusia
The Guardian/Social Media
Sergei dan Yulia Skripal diduga diracun oleh agen-agen Rusia di Salisbury yang memicu reaksi keras AS dan belasan negara Eropa. 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Belgia telah memutuskan untuk mengusir staf diplomatik Rusia sebagai aksi solidaritas dengan Inggris.

Kantor Perdana Menteri Belgia mengatakan masih memberikan waktu dua minggu untuk diplomat Rusia meninggalkan Belgia.

Meskipun demikian, Belgia tetap berkomitmen untuk membuka dialog dengan Moskow.

Sejauh ini sudah 27 negara di seluruh dunia mengumumkan akan mengusir diplomat Rusia dari negeri mereka.

Baca: Selandia Baru Dikritik Karena Tak Ikut Usir Diplomat Rusia

Sikap tersebut diambil kebanyakan anggota Uni Eropa terkait kasus pembunuhan gelap mantan agen intelijen Rusia yang dilakukan Rusia di wilayah Inggris.

Sebelum berbicara dengan para pemimpin dari Perancis dan Jerman, Presiden AS Donald Trump memuji langkah pengusiran terkoordinasi terhadap petugas intelijen Rusia dari negara mereka dalam menanggapi rencana pembunuhan mantan agen Rusia di Inggris.

Gedung Putih mengungkapkan Trump berbicara dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel secara terpisah pada Selasa (27/3/2018).

Amerika Serikat, NATO, dan negara-negara Uni Eropa dan beberapa negara lain telah mengumumkan mereka akan mengusir para diplomat Rusia.

Sejauh ini baru Selandia Baru dan Bulgaria yang tidak membuat keputusan untuk mengusir diplomat Rusia.

Mantan agen ganda Rusia di Inggris, Sergei Skripal dan putrinya Yulia, diserang dengan zat saraf di Salisbury, Inggris selatan, dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Para pemimpin Uni Eropa pekan lalu mengatakan besar kemungkinan Rusia berada di balik serangan ini, namun pemerintah di Moskow menolak tuduhan tersebut. (AP/China Radio Internasional/BBC) 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas