Amerika Serikat terapkan 'sanksi terberat', apakah Iran bisa tumbang?
Setelah mundur dari kesepakatan nuklir, Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Iran. Apakah Iran bisa bertahan dari hukuman pemerintah
Sanksi AS terhadap Iran bertepatan waktunya dengan pengepungan kedutaan AS pada 4 November 1979, yang terjadi tidak lama setelah jatuhnya rezim Shah yang didukung AS.
Sekitar 52 orang warga AS disandera di kedutaan selama 444 hari dan sejak itulah kedua negara menjadi bermusuhan.
Kelompok garis keras menggelar protes untuk memperingati pengepungan tersebut setiap tahun, tetapi pada hari Minggu, para pemrotes juga melampiaskan kemarahan mereka terhadap sanksi AS.
Media pemerintah Iran melaporkan jutaan orang di berbagai kota turun ke jalan, dan bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, meskipun BBC tidak dapat memverifikasi secara independen angka ini.
Aksi unjuk rasa ini digelar tidak lama setelah pidato berapi-api Ayatollah Khamenei pada Sabtu, di mana dia memperingatkan AS agar tidak "membangun kembali dominasinya" yang pernah terjadi atas Iran sebelum 1979.
Namun, beberapa orang warga Iran melayangkan kekecewaannya - melalui media sosial Twitter - terhadap rezim yang berkuasa di Iran, dengan tagar #Sorry_US_Embassy_Siege yang bergulir hingga 19.000 cuitan di Twitter.