Tribun

Pembeli Tidak Bayar, Dianggap Kesalahan Penerbit Koin Jepang Yang Malah Minta Maaf

Kejadiannya beberapa bulan lalu diumumkan penerbitan koin sterling silver dalam memperingati hal tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pembeli Tidak Bayar, Dianggap Kesalahan Penerbit Koin Jepang Yang Malah Minta Maaf
Richard Susilo
Koin sterling silver dalam peringatan 150 tahun peringatan jaman Meiji 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Perusahaan penerbit koin Jepang Japan Mint yang menerbitkan koin resmi peringatan 150 tahun jaman Meiji minta maaf kepada masyarakat karena pembeli yang tidak membayar sehingga dianggap mengacaukan rencana nomor penerbitan awal koin tersebut.

"Kami minta maaf karena harus menerbitkan kembali 1000 koin baru, mengeluarkan dana tambahan lagi untuk itu dan membuat nomor penerbitan koin menjadi tidak sesuai rencana," papar Mochizuki Ito, General Manager Japan Mint hari Rabu ini (28/11/2018).

Kejadiannya beberapa bulan lalu diumumkan penerbitan koin sterling silver dalam memperingati hal tersebut.

Lalu 310.000 orang mendaftar ingin membeli koin tersebut, padahal rencana dicetak hanya 50.000 koin saja.

Akibatnya harus dilakukan pengundian dan hanya 50.000 orang yang berhak membeli koin tersebut

Koin dengan nominal 1000 yen dan dijual 9000 yen tersebut dengan masa pembayaran terakhir yaitu akhir Oktober 2018.

Dari 50000 orang yang berhak membeli koin tersebut, ternyata sampai dengan akhir Oktober 2018 ada 1300 orang masih belum mentransfer uangnya dan dianggap Membatalkan pesanan tersebut oleh Japan Mint.

Cara Jepang bukan berarti koin tersebut yang tidak dibayar atau dibatalkan, kemudian diberikan kepada calon lainnya, tetapi malah memproduksi koin yang baru lagi.

Baca: Apa Sih Makanan Seorang Ninja Jepang?

"Mengapa demikian? Karena bisa saja muncul kasus yang tidak bayar belakangan muncul dan meminta haknya kembali karena dapat pernyataan berhak membeli koin tersebut. Penerima yang berhak itu pun telah tercatat pula nomor seri koin yang memang haknya. Apabila koin tersebut diberikan ke orang lain, di kemudian hari bisa muncul masalah di Jepang. Itulah sebabnya dibuatkan koin yang baru dan nomor seri baru," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini.

Kesalahan ini dianggap pertama kali terjadi dalam sejarah penerbitan koin peringatan di Jepang.

"Kami akan berusaha sekuat mungkin agar tidak terjadi lagi hal serupa, situasi yang sama lagi di kemudian hari," tekan Mochizuki lebih lanjut.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas