Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Mengapa Anda harus melakukan diet teknologi tahun depan?

Seperti makanan yang berdampak pada tubuh kita, teknologi juga berpengaruh terhadap otak. Berikut ini adalah cara agar Anda tetap sehat meski

Kita semua tahu bahwa wortel dan brokoli baik untuk kesehatan, tapi apakah Anda akan menghabiskan waktu seharian untuk mengkonsumsinya?

Segala sesuatu yang berlebihan dapat berdampak buruk. Namun sebagian besar dari kita tampak senang ketagihan tekonologi.

Pada hari yang normal, pengguna internet menghabiskan sekitar 6,5 jam berselancar di dunia maya. Kecenderungan itu tercatat dalam survei yang digelar di 34 negara oleh firma data konsumen, GlobalWebIndex.

Survei itu mencatat, dalam sehari pengguna internet di Thailand, Filipina, dan Brasil menghabiskan sembilan jam di internet. Satu pertiga waktu itu mereka gunakan di media sosial.

Apa dampak teknologi terhadap otak Anda?

Efek teknologi terhadap kesehatan raga dan jiwa masih menjadi inti penelitian ilmu pengetahuan.

Anak muda, ponsel pintar
Getty Images
Teknologi membuka cakrawala pengetahuan, tapi juga dapat memicu hal buruk.

Dr Shimi Kang, pakar kesehatan mental anak dan orang dewasa yang ternama dari Kanada, kini tengah fokus menyelidiki kecanduan teknologi.

"Teknologi semakin dikaitkan dengan kegelisahan, depresi, dan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh. Kecanduan yang disebabkan internet kini menjadi diagnosa medis," ujar Kang kepada BBC.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski begitu, seperti makanan sehat serta makan rendah hingga yang memiliki kadar gizi tinggi, ada beberapa tipe teknologi.

Dan Jika kita ingin mengelola hubungan yang sehat dengan teknologi, kita perlu memahami sejauh apa efek mereka terhadao otak kita.

Bagaimana otak bereaksi terhadap teknologi

Dr Kang mengatakan, otak kita melakukan proses metabolisme terhadap teknologi dengan cara melepas enam molekul kecil berbeda ke dalam tubuh.

Hormon dopamin
Getty Images
Teknologi didesain untuk memicu pelepasan dopamin, hormon yang memicu kebahagiaan meski berpotensi memunculkan kecanduan.
  • Serotonin - Dilepas ketika kita tengah kreatif, terhubung dan berkontribusi pada suatu hal.
  • Endorfin - Penghilang rasa sakit pada tubuh dan molekul kecil kedamaian. Ini dilepas ketika kita fokus pada suatu hal, bermeditasi, bersyukur, dan melatih organ kardioveskular.
  • Oksitoksin - Dilepas ketika kita menjalin sebuah hubungan. Ini kerap dianggap positif, tapi banyak predator di dunia maya memanfaatkan ini untuk memperdayai kepercayaan korban.
  • Dopamin - Hormon kesenangan yang berkaitan dengan reaksi instan, tapi juga ketergantungan. Teknologi kini condong didesain secara khusus untuk memicu pelepasan dopamin.
  • Adrenalin - Terkenal mengelola reaksi kita dalam pertengkaran atau situasi tak biasa, seperti berada pada suatu penerbangan. Namun pelepasan molekul ini juga didorong 'like', 'poke' dan perbandingan akun media sosial.
  • Kortisol - Tanda-tanda dari kegelisahan, kurang tidur, terlalu sibuk, gangguan pikiran.

Jadi tidak semua teknologi berkarakter sama. Tapi yang lebih penting, teknologi menghasilkan efek yang berbeda-beda.

Kesehatan, racun, dan sampah teknologi

"Teknologi yang sehat dapat memacu metabolisme otak yang melepaskan serotonin, endorfin, dan/atau, oksitoksin," kata Kang.

Sejumlah contoh teknologi ini adalah aplikasi ponsel pintar tentang meditasi dan jejaring sosial yang memungkinkan kita berhubungan dengan orang lain.

Yoga
Getty Images
Aplikasi untuk relaksasi, latihan fisik, atau yang memicu kreativitas mendorong pelepasan hormon yang bermanfaat bagi tubuh.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas