Rumah kelahiran Hitler dan delapan tempat 'paling kontroversial' di dunia
Sengketa di Austria terkait rumah tempat Adolf Hitler dilahirkan pada 1889, menggarisbawahi objek pariwisata aneh tokoh-tokoh kontroversial
Pada 1961, pemimpin komunis Nikita Khrushchev melakukan usaha berani memindahkan jenazah mantan pemimpin Josef Stalin dari mausoleum tempat jenazah itu diletakkan di samping Vladimir Lenin.
Jenazah tokoh yang pemerintahan totaliternya banyak dikecam karena kepemimpinannya dalam penindasan masyarakat, pembersihan etnis, ratusan ribu hukuman mati, dan kelaparan yang menewaskan jutaan orang, sekarang diletakkan di sebuah makam tersembunyi salah satu dinding Kremlin di Moskow.
Meskipun demikian ceritanya menjadi sangat berbeda di tempat lahir Stalin di Kota Gori, Georgia.
Di kota itu terdapat museum untuk sang mantan diktator. Letaknya ada di samping rumah tempat dia dilahirkan pada 1878.
Lokasi itu menjadi altar untuk pria yang mendominasi Uni Soviet selama puluhan tahun dan memimpin Tentara Merah saat negara kelahirannya diinvasi pada 1921.
Mausoleum Saddam Hussein- Tikrit, Irak
Digulingkan dari kekuasaan pada April 2003, diktator Irak, Saddam Hussein, dihukum mati dan digantung tiga tahun kemudian.
Dia dimakamkan di kota asalnya, Tikrit pada 31 Desember 2006, di sebuah mausoleum yang sepertinya terlindungi serangan musuhnya. Tikrit adalah daerah kekuasaan Muslim Sunni di negara yang mayoritas penduduknya adalah Syiah.
Tetapi pada 2015, BBC melaporkan tempat tersebut hancur saat terjadi perang antara pasukan Irak, milisi Syiah yang didukung Iran, dan pasukan ISIS.
Meskipun demikian penduduk setempat mengatakan jenazah Saddam telah dibawa ke tempat yang tidak disebutkan sebelum kedatangan ISIS pada tahun 2014.
Valley of the Fallen - Spain
Ketika Valley of the Fallen atau Lembah Pahlawan yang Gugur diresmikan pada 1 April 1959, setelah dibangun selama hampir 20 tahun, tempat itu dinyatakan diktator Spanyol, Fransisco Franco, sebagai "penebusan dosa dan rekonsiliasi nasional" karena Perang Saudara Spanyol (1936-39).
Tetapi tempat di luar kota Madrid tersebut tertimpa kontroversi pada 1975 ketika dijadikan makam Franco.
Sejak saat itu makam itu menjadi tempat tujuan pendukung pemimpin fasis, meskipun undang-undang saat ini melarang pawai pendukung Franco.
Selama bertahun-tahun pemerintah Spanyol berusaha mencari jalan keluar terkait dengan jenazah Franco. Parlemen setuju menggali jenazahnya dari Valley of the Fallen September lalu, tetapi langkah itu tetap memecah belah masyarakat.
Makam Pablo Escobar - Itagui, Kolombia
Steve Simmons kemungkinan hanyalah salah satu turis yang tertarik dengan dongeng terkait dengan Pablo Escobar, yang dipandang bos narkoba paling terkenal sepanjang masa.
Baca tanpa iklan