Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Rumah kelahiran Hitler dan delapan tempat 'paling kontroversial' di dunia

Sengketa di Austria terkait rumah tempat Adolf Hitler dilahirkan pada 1889, menggarisbawahi objek pariwisata aneh tokoh-tokoh kontroversial

Tribun X Baca tanpa iklan

Simmons dilarang masuk Kolombia selama lima tahun, sehingga dia tidak bisa bertemu pacar dan dua anak perempuannya. Dia juga menerima sejumlah ancaman pembunuhan.

Escobar dipandang bertanggung jawab di belakang kematian sekitar 5.000 orang, tetapi tetap saja ada kelompok yang mendukungnya. Dan hal ini semakin meningkat setelah kehidupannya difilmkan lewat serial di Netflix, Narcos.

Beberapa pemandu wisata di Medellin menawarkan tur Escobar.

Eugene Terreblanche
Getty Images
Tokoh kulit putih Eugene Terreblanche dibunuh salah satu bekas pegawainya di tahun 2010.

Pertanian Eugene Terreblanche - Ventersdorf, Afrika Selatan

Ketika rezim apartheid Afrika Selatan hancur pada pertengahan 1990-an, petani kulit putih Eugene Terreblanche menjadi salah satu tokoh utama yang menentang diakhirinya segregasi di negara itu.

Meskipun demikian pendiri partai kulit putih AWB itu menjadi tidak begitu penting setelah dipenggal mati mantan pegawainya pada 2010. Kejahatan tersebut terjadi di peternakan Terreblanche, Villana, di luar kota Ventersdorp.

Tahun 2014, usulan menjadikan Villana menjadi situs warisan udaya diajukan ke South Africa's National Heritage Council (NHC).

Usulan tersebut mengalami penolakan.

Mount Rushmore
Getty Images
Black Hills, dimana monuman Mount Rushmore berada, adalah tempat suci Lakota Sioux.

Mount Rushmore - Keystone, AS

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu simbol terbesar patriotisme Amerika, Mount Rushmore National Memorial yang menampilkan pahatan batu wajah mantan presiden George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln - menarik perhatian lebih dari dua juta orang setiap tahunnya ke kota kecil Keystone, South Dakota, yang berpenduduk hanya 440 orang.

Monumen yang dibuat dari 1927 sampai 1941 tersebut diwarnai kontroversi terkait dengan hak penduduk asli.

Black Hills, South Dakota, tempat wajah dipahat, diberikan untuk selamanya kepada orang Lakota Sioux lewat traktat tahun 1868 lantaran bukit tersebut adalah tempat suci komunitas itu.

Tetapi "selamanya" hanya berlangsung selama dua tahun: penemuan emas di daerah itu menyebabkan terjadinya aneksasi Black Hills.

Ketidakpuasan semakin meningkat dengan pemahatan monumen dan pada 1970 pegiat penduduk asli menduduki Mount Rushmore untuk memprotes pelanggaran traktat.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas