Krisis Venezuela: Maduro blokir bantuan, kota perbatasan rusuh
Kerusuhan pecah di kota perbatasan Venezuela karena Presiden Nicolas Maduro memblokir bantuan kemanusiaan yang disalurkan melalui Kolombia dan
"Jangan ikut campur urusan Venezuela, Donald Trump," ujar Maduro di hadapan para pendukungnya. Maduro menyebut Trump menggunakan bantuan sebagai kedok untuk menginvasi Venezuela.
Kendati belasan negara menyatakan dukungan mereka pada Guaido, Maduro masih memiliki dukungan dari sekutu ekonomi Venezuela, termasuk Kuba, Rusia dan Cina.
Sementara itu, Amerika Serikat memimpin upaya untuk menekan Maduro dan telah mengimplementasikan sejumlah sanksi keuangan terhadap pemerintahannya.
Bagaimana Venezuela sampai ke titik ini?
Kerusuhan akibat bantuan kemanusiaan ini merupakan babak baru dalam perselisihan yang terjadi antara Maduro dan Guaidó.
Guaidó, yang merupakan pemimpin partai oposisi - yang didominasi Majelis Nasional- mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara, bulan lalu.
Dia menyebut pemerintahan Maduro secara konstitusional tidak sah karena penyimpangan dan masalah dengan pemilihannya pada 2018.
Venezuela berada dalam cengkeraman krisis politik dan ekonomi selama beberapa tahun. Tingkat inflasi yang tidak terkendali membuat harga melambung, membuat banyak rakyat Venezuela berjuang untuk membeli barang-barang pokok seperti makanan dan obat-obatan.
Guaidó berkeras bahwa masyarakat butuh bantuan, sementara Maduro memandang bantuan internasional merupakan cara AS menginvasi negaranya.
Baca tanpa iklan