Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Arab Saudi Tangkap Ibu Hamil Karena Dituduh Kritik Putra Mahkota

Perkembangan ini disampaikan lembaga hak asasi manusia yang berbasis di London, ALQST, hari Jumat (05/04).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Arab Saudi Tangkap Ibu Hamil Karena Dituduh Kritik Putra Mahkota
BUTCOIN NEWS
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud 

TRIBUNNEWS.COM, SAUDI - Arab Saudi menangkap setidaknya tujuh orang, termasuk dua orang berkewarganegaraan ganda (Saudi dan Amerika Serikat) dan seorang perempuan yang tengah hamil.

Perkembangan ini disampaikan lembaga hak asasi manusia yang berbasis di London, ALQST, hari Jumat (05/04).

Mereka yang ditangkap dilaporkan bukan aktivis, tapi penulis dan blogger yang mendiskusikan reformasi.

Sebelum ditahan, mereka dilarang melakukan perjalanan sejak Februari lalu.

Penangkapan dilakukan ketika sejumlah pihak mengkhawatirkan nasib orang-orang yang menjalani penahanan setelah mendesak pemerintah menghargai hak-hak perempuan.

Bulan lalu, 10 pegiat hak-hak perempuan diadili, yang ditahan menyusul operasi penangkapan terhadap para pegiat yang dimulai pada 2018.

Sepuluh pegiat ini dibebaskan dengan jaminan minggu lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus ini membuat masyarakat internasional mengeluarkan kecaman.

Tak kurang dari 36 negara mendesak pembebasan mereka saat menggelar pertemuan di Dewan HAM PBB.

Baca: Ponsel Bos Amazon Diretas, Arab Saudi Jadi Tersangkanya

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah Saudi terkait penahanan terbaru atas tujuh warga.

Mereka yang ditahan termasuk enam laki-laki dan seorang perempuan, menurut informasi yang dikumpulkan ALQST.

Beberapa laporan menyebutkan jumlah warga yang ditangkap berjumlah delapan orang.

Perempuan yang ditangkap adalah Khadijah al-Harbi, penulis yang sedang hamil dan penulis yang memegang paspor Amerika Serikat, Salah al-Haidar.

Ibu al-Haidar belum lama ini termasuk di antara aktivis yang dibebaskan pemerintah.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas