Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Muslim di Myanmar dilarang tarawih, warga Buddha tunjukkan solidaritas

Warga Buddha dan aktivis kerukunan antarumat beragama di Myanmar mengungkapkan dukungan bagi umat Islam yang Tarawih selama Ramadan setelah

Warga Buddha dan aktivis kerukunan antarumat beragama di Myanmar mengungkapkan dukungan bagi umat Islam yang salat tarawih selama Ramadan setelah sempat dihadang kelompok milisi.

Pelarangan salat tarawih ini terjadi di South Dagon di pinggiran Yangon pada pertengahan Mei lalu.

Para aktivis Buddha terilhami setelah melihat seorang biksu datang ke kota itu dengan sejumlah warga lain menyusul langkah milisi menutup sejumlah surau yang digunakan untuk Tarawih. Biksu itu memberikan mawar putih kepada Muslim yang selesai melakukan Tarawih.

"Saya ingin menunjukkan penghargaan kepada semua saudara-saudara Muslim atas kesabaran mereka (menghadapi milisi)... Ini juga pesan kepada milisi yang menentang langkah mereka dan pesan damai untuk semua warga lain," kata U Seintita, seorang petugas biara kepada media daring, Myanmar Now.

Sementara itu seorang pegiat lain, Khin Nyein Aye, yang ikut membagikan mawar, mengatakan senang bisa ambil bagian dalam acara ini.

"Saya sangat senang acara ini diikuti oleh warga dari berbagai agama. Itu sebabnya saya mendukung acara ini," kata Khin Nyein Aye kepada BBC Burma.

Biarawan U Thuzana mengatakan, "Umat dari agama mana pun harus bersatu menciptakan perdamaian dan kerukunan di masyarakat. Ini demi kebaikan Myanmar."

Acara buka puasa umat Islam di Myanmar.
BBC
Acara buka puasa umat Islam di Myanmar.
Rekomendasi Untuk Anda

Pembagian mawar – yang melambangkan perdamaian, harmoni, dan solidaritas – dipicu oleh insiden pelarangan salat tarawih di South Dagon.

"Sekelompok orang, dengan mengatasnamakan agama, mendatangi tempat dilakukannya salat tarawih dan mereka mengancam warga Muslim di tempat itu," ungkap Zar Chi Oo, salah seorang panitia acara pemberian mawar.

"Kami harus melakukan sesuatu untuk meredam aksi kekerasan ini. Myanmar adalah negara multi agama. Kami harus menunjukkan bahwa rakyat Myanmar cinta damai dan menentang gesekan antarumat beragama," katanya.

Insiden 'pelarangan Tarawih'

Warga Muslim di Yangon
Getty Images
Warga Muslim di Yangon berdoa sebelum berbuka puasa.

Dalam insiden ini, massa yang melarang salat tarawih berjumlah sekitar 150 orang, menurut laporan di situs berita Myanmar Now.

Menurut saksi mata, mereka mendatangi tiga tempat dan masuk ke rumah-rumah warga yang dipakai untuk tarawih dan memaksa salat ini dihentikan dengan alasan "Myanmar adalah negara Buddha".

Selain itu, mereka juga merusak tempat yang dipakai untuk wudu. Sebelum meninggalkan tempat, massa memaksa pemuka Islam "menandatangani surat pernyataan untuk tak lagi melakukan salat tarawih".

Myanmar Now mengatakan ada sekitar 10.000 warga Muslim di South Dagon dan pemerintah kota dikatakan "tidak mengizinkan pendirian masjid".

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas