Muslim di Myanmar dilarang tarawih, warga Buddha tunjukkan solidaritas
Warga Buddha dan aktivis kerukunan antarumat beragama di Myanmar mengungkapkan dukungan bagi umat Islam yang Tarawih selama Ramadan setelah
Pelarangan tarawih ini dikecam oleh pegiat San San Maw yang mengatakan Myanmar adalah negara beragam agama dan identitas.
"Itu sebabnya saya mengikuti acara pembagian bunga mawar untuk mencegah kebencian berkembang di masyarakat," katanya.
Selain membagikan mawar, warga juga menyumbang makanan.
Wali kota Yangon, Maung Maung Soe, menyambut baik prakarsa ini.
"Jika kita saling berbuat baik, tentu hasilnya akan sangat baik. Ini adalah rahmat. Ini acara yang patut didukung dan kita semua harus menjaga hubungan baik antarumat beragama," kata Maung Maung Soe.
Sumber: BBC Indonesia
Berita Populer
Baca tanpa iklan