Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Di Jepang Ada Pendeta Buddha dari Robot Bisa Berkhotbah dan Berdoa

Rekan pendeta yang berupa manusia sungguhan pun percaya bahwa dengan kecerdasan buatan, suatu hari nanti robot ini bisa memperoleh…

"Anda terlalu mementingkan ego," ujar sang robot mengingatkan para peziarah. "Keinginan duniawi adalah hal yang remeh."

Rangkul kaum muda yang terasing dari agama

Dengan meredupnya pengaruh agama pada kehidupan sehari-hari di Jepang, Goto berharap pendeta robot di Kuil Kodaiji ini akan dapat menjangkau generasi muda dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh para bhikkhu tradisional.

"Kaum muda mungkin berpikir kuil adalah tempat untuk pemakaman atau pernikahan," katanya.

"Mungkin sulit untuk merasa terhubung dengan pendeta seperti saya, tapi mudah-mudahan robot bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menjembatani celah itu. Kami ingin orang melihat robot dan berpikir tentang esensi ajaran Buddha."

Goto bersikeras bahwa Mindar bukanlah usaha tipu daya untuk meningkatkan pendapatan dari kunjungan wisatawan.

"Robot ini mengajarkan kita cara mengatasi rasa sakit," katanya. "Ia hadir di sini untuk menyelamatkan siapa pun yang mencari bantuan."

Droid yang saleh ini pun bisa menyampaikan wejangan dari Sutra Hati dalam bahasa Jepang, dengan terjemahan dalam bahasa Inggris dan Cina yang diproyeksikan ke layar untuk pengunjung asing.

"Tujuan ajaran Buddha adalah untuk meringankan penderitaan," kata Goto. "Masyarakat modern menderita berbagai jenis stres, tetapi tujuan (Buddha) tidak benar-benar berubah selama lebih dari 2.000 tahun."

Disukai orang Jepang, dikritik barat

Sebuah survei Universitas Osaka baru-baru ini menunjukkan berbagai umpan balik dari mereka yang telah berinteraksi dengan robot ini. Banyak yang merasa terkejut dengan pengalaman mereka.

"Saya merasakan kehangatan yang tidak akan Anda rasakan dari mesin biasa," kata salah seorang yang disurvei.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas