Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

WNI Ditangkap Polisi di Nagoya Terkait Kepemilikan Sertifikat Kecakapan Bahasa Jepang Palsu

Seorang WNI dan Vietnam ditangkap oleh Polisi Perfektur Aichi karena memalsukan sertifikat lulus Tes Kecakapan Bahasa Jepang.

WNI Ditangkap Polisi di Nagoya Terkait Kepemilikan Sertifikat Kecakapan Bahasa Jepang Palsu
Foto Kepolisian Jepang
Sertifikat kecakapan bahasa Jepang (JLPT) palsu yang disita kepolisian Perfektur Aichi, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang warga negara Indonesia (WNI) dan Vietnam ditangkap oleh Polisi Perfektur Aichi karena memalsukan sertifikat bahwa mereka lulus Tes Kecakapan Bahasa Jepang (JLPT).

Mereka yang ditangkap adalah pekerja Indonesia, Nacep Qohar Zamil (21) dan pekerja perusahaan Vietnam, Go Zui Han (28).

"Keduanya diduga memalsukan sertifikat yang membuktikan bahwa mereka lulus Tes Kecakapan Bahasa Jepang pada bulan Februari dan Maret tahun ini," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (22/8/2019).

Jika lulus Tes Kecakapan Bahasa Jepang, biasanya akan diberikan perlakuan istimewa di Jepang dan pekerjaan sesuai dengan lima level JLPT.

Sertifikat kecakapan bahasa Jepang (JLPT) palsu yang disita kepolisian Perfektur Aichi, Kamis (22/8/2019).
Sertifikat kecakapan bahasa Jepang (JLPT) palsu yang disita kepolisian Perfektur Aichi, Kamis (22/8/2019). (Foto Kepolisian Jepang)

Keduanya akan mengirimkan foto wajahnya dan tanggal lahir ke pemalsu di luar negeri.

Mereka telah meminta sertifikat JLPT palsu tersebut.

"Saya meminta 11.000 yen hingga 15.000 yen per orang saat dijual ditawarkan di Facebook,"
kata Nacep Qohar Zamil menanggapi penyelidikan yang dilakukan kepolisian.

"Saya melakukannya, saya akui karena saya mendapat status tertentu di Jepang apabila memiliki sertifikat JLPT tersebut," kata Go Zui Han kepada polisi.

Di Bea Cukai Nagoya, ada 8 sertifikat lain yang diduga hasil pemalsuan, dan polisi berupaya untuk mengklarifikasi keseluruhan.

Baca: Pembangunan Mori Building Jepang di Jakarta Selesai Tahun Depan

Baca: Tiga Alasan Mengapa Bukit Soeharto di Kaltim Dicoret dari Daftar Kandidat Calon Ibu Kota RI

Baca: Isu Pemindahan Ibu Kota Baru: Menteri Sofyan Djalil Sebut di Kaltim, Tapi Jokowi Membantahnya

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas