Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Afrika Selatan dilanda kerusuhan 'menentang warga negara asing'

Seorang pengusaha warga Nigeria yang tokonya dijarah mengatakan kepada BBC bahwa warga asing di Afrika Selatan menjadi korban "banyak tuduhan

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa mengecam serangkaian kekerasan dan penjarahan yang terutama menyasar warga negara asing.

"Tidak ada alasan bagi warga Afrika Selatan untuk menyerang orang dari negara-negara lain," katanya pada hari Selasa (03/09).

Puluhan orang ditahan di Johannesburg pada hari Senin, dan setidaknya lima orang meninggal dunia karena kerusuhan.

Pemerintah negara-negara Afrika lainnya memperingatkan warganya terkait kekerasan tersebut.

Serangan terhadap bisnis yang dijalankan warga asing merupakan "sesuatu yang sama sekali tidak bisa diterima, sesuatu yang tidak bisa dibiarkan terjadi di Afrika Selatan," kata Ramaphosa lewat sebuah video di Twitter.

"Saya ingin ini berhenti segera," tambahnya.

javascript:void(0)

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan terpisah, Uni Afrika atau African Union (AU) mengeluarkan pernyataan yang mengutuk "sekeras-kerasnya" tindakan kekerasan yang "tercela" ini.

Polisi menembakkan gas air mata, peluru karet dan granat untuk melumpuhkan kerusuhan hari Senin (02/09). Kekerasan meningkat ketika kerumunan orang menjarah toko, membakar kendaraan dan menyasar truk yang dikemudikan warga asing.

Kekerasan berlanjut pada hari Selasa di Alexandra, Johannesburg.

Sejumlah warga kota yang marah mendesak pemerintah untuk mendeportasi imigran gelap, lapor wartawan BBC, Nomsa Maseko.

Tetapi seorang pengusaha warga Nigeria yang tokonya dijarah mengatakan kepada BBC bahwa warga asing di Afrika Selatan menjadi korban "banyak tuduhan dan kebohongan".

"Ini adalah serangan kriminal. Ini adalah serangan xenophobia," katanya.

Reaksi sejauh ini

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari mengirim utusan ke Afrika Selatan pada hari Selasa untuk "menyatakan ketidaksenangan Nigeria terkait perlakuan yang dialami warganya".

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas