Afrika Selatan dilanda kerusuhan 'menentang warga negara asing'
Seorang pengusaha warga Nigeria yang tokonya dijarah mengatakan kepada BBC bahwa warga asing di Afrika Selatan menjadi korban "banyak tuduhan
Kedutaan Ethiopia di Afrika Selatan mendorong warganya untuk menutup tempat usaha selama ketegangan masih berlangsung, lapor media Ethiopia Fana Broadcasting Corporate (FBC).
Mereka juga mendorong warga Ethiopia untuk "tidak berada di tempat terjadinya konfrontasi dan konflik" dan tidak keluar rumah mengenakan perhiasan mahal.
- Papua: Gesekan antar warga 'berpotensi menjadi konflik horizontal'
- Jayapura rusuh, diwarnai aksi pembakaran dan penjarahan: 'Ada yang mau mengacaukan Papua' kata Wiranto
- Penetapan status tersangka mahasiswa Papua dalam kasus makar 'akan memperkeruh suasana'
Sementara itu Kementerian Perhubungan Zambia menyatakan pengemudi truk harus "menghindarkan diri mengunjungi Afrika Selatan sampai keamanan membaik".
Pernyataan ini mengacu kepada sejumlah serangan terhadap pengemudi truk asing. Situs berita Afrika Selatan, IOL melaporkan terjadinya sejumlah kejadian penjarahan kendaraan.
Tetapi Menteri Kepolisian Afrika Selatan, Bheki Cele, mengatakan pada hari Senin bahwa penyebab kekerasan bukan xenophobia atau rasa benci terhadap orang asing, melainkan kriminalitas biasa.
"[Xenofobia] dijadikan alasan," katanya kepada para wartawan setelah mengunjungi pusat perdagangan Johannesburg di mana banyak terjadi kerusuhan. "Tidak ada yang memicu konflik antara warga Afrika Selatan dan warga asing."
Ini bukan pertama kalinya Afrika Selatan diguncang oleh kekerasan antiasing.