Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Surat Juri Sato dan Bunga Airi Memberikan Semangat Walikota Rifu Bangkit Dari Bencana Tohoku

Semangat rakyat kota tersebut dengan jumlah populasi sekitar 30.000 jiwa, bangkit dengan surat Juri Sato kepada umum.

Surat Juri Sato dan Bunga Airi Memberikan Semangat Walikota Rifu Bangkit Dari Bencana Tohoku
Richard Susilo
Walikota Rifu, Yutaka Kumagai 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah surat anak wanita Jepang Juri Sato dan bunga Airin, nama kakaknya yang almarhum gara-gara terhempas tsunami 11 Maret 2011, ikut memberikan semangat kepada Walikota Rifu untuk membangun kotanya kembali dari kehancuran akibat gempa bumi magnitude 9 dan tsunami 8 tahun lalu.

"Saya sangat terkesan sekali dengan bunga Airin ini dan surat adiknya, memberikan semangat kita untuk semangat membangun kota Rifu lebih lanjut hingga kini 8 tahun berlalu dari masa bencana tersebut," papar Walikota Rifu, Yutaka Kumagai kepada Tribunnews.com hari Sabtu lalu (14/9/2019).

Semangat rakyat kota tersebut dengan jumlah populasi sekitar 30.000 jiwa, bangkit dengan surat Juri Sato kepada umum.

"Kakak wanita saya meninggal dunia karena bencana Tohoku 8 tahun lalu, bencana gempa bumi terbesar keempat dalam sejarah dunia," tulis surat itu.

Juri menemukan bunga putih di tempat kakaknya, Airin ditemukan dan bunga tersebut berkembang biak banyak di sekitarnya.

"Dengan bunga ini saya ingin semua orang bisa mengingat kembali bencana tersebut serta antisipasi untuk masa depan agar tak terulang lagi. Itulah sebabnya saya melihat betapa berharganya sebenarnya hidup ini. Tak ada yang tahu kapan bencana alam akan muncu. Tahun 2020 kita akan menyelenggarakan Olimpiade 2020 dan saya pikir penting bagi kita semua untuk mengetahui betapa berharganya arti hidup ini bagi manusia," tulisnya lagi.

Pembangunan kota Rifu memang luar biasa hebat saat ini dengan stadiun olahraga terbesarnya di perfektur Miyagi. Meskipun ukurannya lebih raksasa dari stasiun olahraga Sendai, nama stasiun olahraga Sendai tetap dijuluki sebagai stadiun utama dan stadiun olahraga Rifu dianggap sebagai sub stadiun di perfektur tersebut.

"Kita juga punya buah yang sangat enak di sini yaitu Nashi (pears) atau buah pir. Buah ini juga diproduksi untuk Wine serta Sake yang sangat laris terjual saat ini," tambahnya.

Tribunnews.com yang mencoba buah pir tersebut dari sang Walikota memang terasa sangat enak sekali, manis dan segar terasa setelah makan buah tersebut.

Menjadi masalah sebenarnya adalah perjalanan dari stasiun Rifu menuju stadiun tersebut berjarak 40 menit berjalan kaki.

"Kita akan buat alur stasiun ke stadiun ini menjadi sangat menarik dengan berbagai macam toko, mungkin museum, ada power spot menarik dan sebagainya.”

Perjalanan dari stasiun Sendai hanya 30 menit pakai kereta api ke stasiun Rifu.

Stadiun yang bisa menampung 50.000 penonton itu juga pernah dipakai untuk konser Arashi, Glay, Nogisaks48 dan Southern Allstars.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas