Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menginjak Ranjau dalam Perjalanan ke Sekolah, 9 Anak Tewas

Menginjak ranjau dalam perjalanan ke sekolah, sembilan bocah di Afghanistan tewas.

zoom-in Menginjak Ranjau dalam Perjalanan ke Sekolah, 9 Anak Tewas
YOUTUBE
ILUSTRASI - Menginjak ranjau dalam perjalanan ke sekolah, sembilan bocah di Afghanistan tewas. 

TRIBUNNEWS.com - Setidaknya sembilan anak di Afghanistan tewas terkena ledakan ranjau.

Insiden tersebut terjadi di distrik Darqad, Provinsi Takhar, ketika mereka berangkat ke sekolah, demikian keterangan polisi.

Dalam perjalanannya menuju sekolah, sembilan bocah malang tak sengaja menginjak ranjau yang ditanam di jalan.

Dikutip dari AFP, juru bicara pemerintah Provinsi Takhar, Jawad Hejri, mengatakan, mereka merupakan anak laki-laki itu berusia 7-11 tahun.

"Pukul 08.30, secara tragis 9 anak sekolah menjadi martir di ladang ranjau yang sengaja dipasang oleh Taliban," ujar Hejri dalam keterangan resmi.

Adapun sebagaimana diwartakan The Independent, kepala polisi Takhar, Sayed Mehraj Sadat, menyebut mereka tewas dalam hari sekolah di Afghanistan.

Sadat menyatakan, ada kemungkinan Taliban memasang bom itu untuk menargetkan pasukan pemerintah yang sering melewati jalan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Juru bicara polisi provinsi Khalil, Asir, berujar, Darqad adalah area yang dikuasai Taliban.

Dimana mereka memasang perangkap sejak pasukan Afghanistan memulai operasi.

"Sayangnya hari ini (Sabtu), salah satu ranjau tersebut meledak."

"Dan membunuh 9 siswa yang masih duduk di bangku SD," jelas Asir.

Dia menambahkan, diantara para korban, terdapat satu anak yang dikabarkan berasal dari "keluarga Taliban".

Meski begitu, hingga kini kelompok itu tak memberi jawaban.

Oktober kemarin, PBB merilis laporan terkait jumlah warga sipil yang terbunuh atau terluka di Afghanistan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" sepanjang Juli hingga September 2019.

Tercatat 1.174 korban tewas dan 3.139 penduduk yang terluka dalam periode 1 Juli sampai 30 September.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas