Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rincian Biaya 55 Juta Yen untuk Berhanami Sakura PM Jepang di Taman Shinjuku

Ternyata dari 55 juta yen yang dibelanjakan April 2019 lalu, sebanyak 22,16 juta yen paling banyak adalah untuk makanan tradisional Jepang.

Rincian Biaya 55 Juta Yen untuk Berhanami Sakura PM Jepang di Taman Shinjuku
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Rincian biaya untuk perjamuan pesta Sakura April 2019 lalu di Taman Shinjuku. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejak Senin (11/11/2019) pihak oposisi di Jepang mempermasalahkan tingginya anggaran ber-hanami, berpesta di bawah pohon Sakura oleh Kaisar maupun para pejabat tinggi Jepang.

Biaya ber-hanami melambung tinggi jadi 55 juta yen dan tahun depan diusulkan sebesar 57 juta yen.

Akibatnya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membekukan pesta Hanami itu untuk tahun 2020.

"Sebenarnya keributan karena selama ini anggaran sama 17,66 juta yen, meskipun kenyataan pengeluaran sebenarnya jauh berbeda. Namun tahun depan (2020) anggarannya mendadak naik menjadi 57 juta yen. Makanya para oposisi jadi ribut," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (14/11/2019).

Baca: Sejarah Misa Masyarakat Katolik Indonesia di Jepang Sudah Ada Sejak 40 Tahun Lalu

Baca: Kazunari Ninomiya, Anggota Pertama Grup Band Arashi Jepang Yang Menikah Senin Lalu

PM Jepang Shinzo Abe pun sejak Selasa (12/11/2019) dikritik tajam kalangan oposisi Jepang sehingga akhirnya Rabu (13/11/2019) sore jam 18.45 membekukan rencana Hanami 2020.

Lalu dengan anggaran 55 juta yen serta undangan 18.200 orang dalam pesta hanami April 2019 lalu digunakan untuk apa saja?

Masyarakat Jepang ber-hanami di taman Ueno di Tokyo serta papan larangan bagi pengunjung (kanan).
Masyarakat Jepang ber-hanami di taman Ueno di Tokyo serta papan larangan bagi pengunjung (kanan). (Koresponden Tribunnews/Richard Susilo)

Data yang diperoleh Tribunnews.com, ternyata dari 55 juta yen yang dibelanjakan April 2019 lalu, sebanyak 22,16 juta yen paling banyak adalah untuk makanan tradisional Jepang, seperti dango (mochi), termasuk minuman sake.

Kemudian berbagai fasilitas seperti pembatas jalan dan sebagainya senilai 19,97 juta yen.

Baca: Viral! Mayat Ibu Jepang 6 Tahun Ditaruh Di Dalam Lemari Es Oleh Putranya

Baca: Toyota Lexus Jadi Incaran Utama Yakuza Jepang, Sindikat Ditangkap Polisi

Lalu tanda rangkaian bunga untuk para tamu terutama VIP yang dicantumkan di dada para tamu VIP dengan nilai 3,31 juta yen.

Kotak minum sake tradisional segi empat senilai 3,22 juta yen.

Warga Jepang berhanami di sebuah taman di Tokyo sambil menari, minum-minum dan bersenda gurau bersama teman dan keluarga.
Warga Jepang berhanami di sebuah taman di Tokyo sambil menari, minum-minum dan bersenda gurau bersama teman dan keluarga. (Koresponden Tribunnews/Richard Susilo)

Selanjutnya adalah biaya pembuatan papan pengumuman dan sebagainya, senilai 920.000 yen, dan akhirnya biaya pekerjaan mempercantik kebun, pohon Sakura dan sebagainya untuk tukang kebun senilai 650.000 yen.

Baca : Sebelum Kabar Dipimpin Ahok, Isu Kocok Ulang Direksi Terpa 5 BUMN Ini, Erick Thohir Pun Angkat Bicara

Bagi yang tertarik mengikuti info Jepang terbaru bisa gabung WAG Pecinta Jepang dengan kirim email ke: info@jepang.com

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas