Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penjelasan Pengamat Soal Petir Saat Gunung Taal Erupsi, Pernah Terjadi di Gunung Merapi

Gunung Taal yang berada di Filipina mengalami erupsi, Minggu (12/1/2020). Pengamat menjelaskan terbentuknya petir vulkanik dalam erupsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penjelasan Pengamat Soal Petir Saat Gunung Taal Erupsi, Pernah Terjadi di Gunung Merapi
Brandenberg Milla via Twitter/@onenewsph
Petir vulkanik yang terjadi di erupsi Gunung Taal Filipina 

Devy menyebut, beberapa kejadian erupsi gunung api di Indonesia juga tercatat pernah disertai dengan petir vulkanik.

Kejadian tersebut antara lain saat erupsi Gunung Merapi 2010, Gunung Kelud 2014, dan Gunung Sinabung 2014.

Selain itu, erupsi Gunung Anak Krakatau pada tahun 2018 juga disertai petir vulkanik.

"Di (Gunung) Agung 2017 juga dilaporkan ada yang melihat petir (vulkanik)," ungkap Devy.

Letusan Gunung Anak Krakatau 2018 _
Letusan Gunung Anak Krakatau 2018

Sementara itu diketahui, Gunung Api Taal ini terletak di tengah Danau Taal yang berada di selatan ibu kota Filipina, Manila.

Dikabarkan, 10 ribu orang dilaporkan mengungsi.

Lokasi Gunung Taal yang erupsi diberi tanda khusus di Google Map
Lokasi Gunung Taal yang erupsi diberi tanda khusus di Google Map (Google Map)

Tak Berdampak bagi Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

Devy juga mengungkapkan Gunung Api Taal merupakan bagian dari ring of fire seperti halnya gunung api di Indonesia.

"Namun demikian, tidak ada hubungan langsung antara aktivitas Taal dengan gunung api lain di Indonesia," ujar Devy kepada Tribunnews, Senin (13/1/2020).

"Hal itu karena setiap gunung api memiliki dapur magma sendiri-sendiri," lanjutnya.

Artinya, erupsi Gunung Taal tidak akan berdampak pada gunung api di Indonesia.

Sementara itu, hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Taal memiliki potensi yang sangat rendah untuk sampai di wilayah Indonesia.

"Saya pikir hujan abu saat ini potensinya masih rendah untuk jatuh di wilayah Indonesia karena distribusi abu juga dominan ke Timur," ungkapnya.

Devy menyebut wilayah yang terkena hujan abu masih berada di wilayah negara Filipina.

Meski demikian, Devy menyebut adanya penerbangan yang terganggu.

"Beberapa penerbangan dari dan ke Filipina terganggu," ungkapnya.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas