Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Orang Indonesia Lebih Mengenal Ninja Jepang daripada Samurai

Banyak yang tidak mengenal samurai yang disangka sebagai pedang, sehingga banyak yang pesan samurai untuk oleh-oleh dibelikan di Jepang.

Orang Indonesia Lebih Mengenal Ninja Jepang daripada Samurai
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Jinichi Kawakami (70) Ninja terakhir di Jepang saat ini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pada pertengahan Juli 2019 ninja terakhir Jepang, Jinichi Kawakami mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya.

Kala itu dia berkunjung antara lain ke Purwokerto dan Jakarta.

Banyak yang bisa dipelajari ninja Jepang tersebut dari Indonesia.

"Saya melihat orang Indonesia suka sekali dengan ninja. Jauh lebih mengenal ninja ketimbang samurai," kata Jinichi Kawakami kepada Tribunnews.com baru-baru ini.

Bahkan disebutkan banyak yang tidak mengenal samurai yang disangka sebagai pedang, sehingga banyak yang pesan samurai untuk oleh-oleh dibelikan di Jepang, karena dianggap samurai adalah pedang.

Para Ninja sedang berpose dengan baju Ninja hitam yang sebenarnya diperuntukkan bagi konsumsi film.
Para Ninja sedang berpose dengan baju Ninja hitam yang sebenarnya diperuntukkan bagi konsumsi film. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Padahal Samurai adalah ksatria, orangnya, yang memiliki berbagai tingkatan. Mulai terbawah yang biasanya kita sebut ninja, seperti para petani biasa saja, sampai samurai tingkat tinggi yang jadi kepercayaan raja, tangan kanan raja di Jepang di masa lalu," tambahnya.

Perkembangan ninja dipercaya akan jauh lebih populer justru di luar Jepang dibandaingkan di dalam Jepang.

"Di dalam Jepang masih banyak orang saat ini yang justru tidak percaya keberadaan ninja bahkan ada yang menganggap sebagai penipuan, sama seperti masyarakat yang menentang hukum (hanshakai) seperti yakuza," tambahnya.

Baca: Penggalangan Dana Dinas Sosial Osaka, Para Mahasiswi di Jepang Lomba Adu Cepat Makan Maki Sushi

Baca: Ninja Jepang Tak Bisa Digunakan Sebagai Penengah untuk Mendamaikan Ketegangan Antara Iran dan AS

Ninja memang sangat terselubung, tidak muncul di hadapan umum, justru berusaha agar tidak ketahuan alias berada di belakang layar.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas