Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Berencana Tak Terima Pendatang Selama Pandemi Corona

Presiden AS, Donald Trump mengatakan dia akan menandatangani perintah eksekutif untuk menangguhkan semua imigrasi ke AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Miftah
zoom-in AS Berencana Tak Terima Pendatang Selama Pandemi Corona
https://twitter.com/realDonaldTrump
Presiden Donald Trump (Twitter.com/realDonaldTrump) 

Rencana ini setidaknya akan dilangsungkan hingga 16 Mei dan 19 Mei.

Perjalanan dari China dan sejumlah negara Eropa yang terinfeksi Covid-19 parah juga dibatasi dengan ketat.

Meski sejumlah orang datang dengan visa kerja sementara, pelancong, atau pelajar tapi semua itu ditangguhkan.

Beberapa minggu terakhir ini saja, ribuan migran tanpa dokumen di perbatasan AS dengan Meksiko di keluarkan dari negara.

Langkah kesehatan masyarakat memungkinkan pejabat mengesampingkan undang-undang imigrasi.

Presiden AS Donald Trump Umumkan Darurat Nasional Virus Corona
Presiden AS Donald Trump Umumkan Darurat Nasional Virus Corona (Twitter Donald Trump)

Namun agaknya cuitan Trump itu mengundang kritik dari beberapa politikus.

Seorang politikus AS, Don Beyer menilai Trump ingin mencari sesuatu untuk disalahkan atas kesalahannya sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Imigrasi hampir berhenti dan AS memiliki lebih banyak kasus daripada negara lain," tulis Beyer.

"Ini hanya kambing hitam xenophobia," tambahnya.

Sama halnya dengan yang diungkapkan Senator Kamala Harris.

"Trump gagal menanggapi krisis ini dengan serius sejak hari pertama. Penelantarannya sebagai presiden telah menghabiskan banyak nyawa. Dan sekarang, dia tanpa malu-malu mempolitisir pandemi ini untuk menggandakan anti-imigrannya. Agenda. Cukup, Tuan Presiden. Rakyat Amerika sudah muak," ungkap Harris dikutip dari Fox News

Senin (20/4/2020) lalu, sejumlah gubernur dari Partai Demokrat mendesak Gedung Putih agar memberlakukan social distancing.

Ini terjadi pasca Trump terang-terangan mendukung demonstrasi warga di negara bagian yang anti-lockdown atau karantina.

"Kehidupan mereka diambil dari mereka," kata Trump.

"Orang-orang ini mencintai negara kita, mereka ingin kembali bekerja," tambahnya.

Akibatnya, Trump dituduh menghasut pemberontakan setelah memperjuangkan seruan para demonstran ini.

Padahal para gubernur negara bagian mengatakan mereka mengikuti panduan Gedung Putih untuk secara aman membuka kembali secara bertahap.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas