Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Obat Malaria Hydroxychloroquine Justru Menimbulkan Risiko Kematian Lebih Tinggi

Di antara pasien yang diberi hydroxychloroquine, 32,3 persen akhirnya membutuhkan ventilator atau menjadi kritis.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Obat Malaria Hydroxychloroquine Justru Menimbulkan Risiko Kematian Lebih Tinggi
GERARD JULIEN / AFP
Staf medis menunjukkan paket Nivaquine, tablet yang mengandung klorokuin dan Plaqueril, tablet yang mengandung hydroxychloroquine di IHU Mediterranee Infection Institute Marseille pada 26 Februari 2020. Obat-obatan itu telah menunjukkan tanda-tanda efektifitas melawan virus corona. 

Studi yang lebih kecil, termasuk yang dilakukan di China, telah menunjukkan hydroxychloroquine mungkin berguna.

Namun ini adalah studi kecil dan tidak berkualitas baik.

"Orang-orang memanfaatkannya karena pasien kritis," katanya.

Baca: Peringatan Dini BMKG Sabtu, 9 Mei 2020: Waspada 7 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Saat ini, tidak ada pengobatan yang disetujui untuk Covid-19, meskipun remdesivir obat antivirus eksperimental Gilead Sciences Inc minggu lalu menerima otorisasi penggunaan darurat dari regulator Amerika Serikat.

Tingkat pernyebaran dan angka kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat terus bertambah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Kamis (7/5) melaporkan data terbaru yakni 1.219.066 kasus, bertambah 25.253 kasus dari sebelumnya.

Menurut badan tersebut, angka kematian juga bertambah 2.495 menjadi 73.297 kematian secara keseluruhan.

Rekomendasi Untuk Anda

Angka CDC belum tentu mewakili laporan kasus di setiap negara bagian. (cnn/rtr/feb)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas