Pemerintah Jepang akan Subsidi Rumah Sakit yang Kekurangan Pasien Akibat Pandemi Corona
Jepang memasukkan anggaran bantuan subsidi rumah sakit untuk anggaran kedua yang akan diajukan di masa mendatan
Editor: Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejumlah rumah sakit di Jepang kini mulai kekurangan pasien. Selain menurunnya jumlah penderita Covid-19, sebagian besar warga juga takut ke rumah sakit karena khawatir tertular virus corona.
"Kita akan pikirkan memasukkan anggaran bantuan subsidi rumah sakit untuk anggaran kedua yang akan diajukan di masa mendatang," ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato (64), Selasa (19/5/2020).
Sekelompok lembaga medis secara nasional merangkum hasil survei bahwa kemunduran manajemen serius karena jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap yang biasa telah menurun jumlahnya di rumah sakit yang menerima pasien yang terinfeksi virus corona.
"Manajemen semakin memburuk, termasuk lembaga medis yang tidak menerima pasien yang terinfeksi. Penting untuk melakukan perawatan medis secara umum untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat, menjaga keberlangsungan operasi rumah sakit lebih lanjut," kata Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Katsunobu Kato.
Baca: Tak Hanya Wisatawan Domestik, Turki Rencanakan Buka Wisata untuk Turis Asing
Oleh karena itu Menteri Kato akan menyusun anggaran tambahan untuk subsidi rumah sakit di Jepang.
"Kami ingin memasukkan langkah-langkah yang diperlukan ke dalam anggaran tambahan anggaran kedua untuk tahun fiskal ini guna mempertahankan sistem penyediaan perawatan medis. Dukungan bagi rumah sakit," kata dia.
Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com