Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Wuhan Larang Warganya Makan dan Berburu Hewan Liar sebagai Antisipasi Penyebaran Covid-19

Pemerintah Wuhan, China pusat pandemi covid-19 mengumumkan larangan makan dan berburu binatang liar, pada Rabu (20/5/2020).

Wuhan Larang Warganya Makan dan Berburu Hewan Liar sebagai Antisipasi Penyebaran Covid-19
AFP/HECTOR RETAMAL
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Pemerintah Wuhan, China pusat pandemi covid-19 mengumumkan larangan makan dan berburu binatang liar, pada Rabu (20/5/2020).

Dilansir Fox News, Kamis (21/5/2020), Pemerintah Wuhan juga melakukan pembatasan peternakan hewan liar. Bahkan, akan dikenakan biaya tertentu.

Baca: China Kembali Laporkan Kasus Baru Positif Covid-19 di Kota Wuhan

Baca: Kisah di Balik Perang Lawan Covid-19 di Wuhan: Tutupi Fakta hingga Pemecatan Pejabat Pemerintah

Baca: Wuhan Lakukan Tes Massal pada 11 Juta Warga, Fokus pada Lansia serta Daerah Padat Penduduk

Kecuali untuk tujuan-tujuan tertentu dan disetujui oleh pemerintah, seperti penelitian ilmiah, pemantauan penyakit epidemi, serta keadaan khusus lainnya.

"Perburuan yang disetujui pemerintah masih diijinkan untuk penelitian ilmiah, regulasi populasi, pemantauan penyakit epidemi dan keadaan khusus lainnya," demikian CBS News melaporkan Rabu (20/5/2020).

Mulai Rabu kemarin, Wuhan telah mengikrarkan diri sebagai "suaka margasatwa".

Menurut Human Society International (HSI), perdagangan konsumsi satwa liar di China mencapai 125 miliar yuan, atau sekitar 18 miliar dolar AS.

Tapi perdagangan atau konsumsi satwa liar bukanlah industri terbesar di negara ini.

"Proporsi terbesar dari pertanian satwa liar China adalah industri bulu, senilai 389 miliar yuan (55 miliar dolar AS) setiap tahunnya," kata masyarakat.

Wuhan, kota berpenduduk 11 juta orang ini menjadi awal penyebaran Covid-19 pada akhir tahun 2019 lalu, sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas