Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Gegara Corona, Pemerintah Wuhan Larang Perdagangan dan Memakan Satwa Liar

Pembatasan serupa juga diterapkan pada pengembangbiakkan hewan yang tidak dijinakkan

Gegara Corona, Pemerintah Wuhan Larang Perdagangan dan Memakan Satwa Liar
Andy Wong/AP Photo
Cina telah berjanji untuk menindak perdagangan satwa liar ilegal, mendesak orang untuk tidak makan hewan liar, sejak coronavirus pertama kali muncul 

TRIBUNNEWS.COM, WUHAN - Kota Wuhan yang berada di Provinsi Hubei, China diketahui sebagai kota yang pertama kali ditemukan adanya virus corona atau Covid-19.

Sejumlah pendapat mengemuka bahwa virus corona tersebut berasal dari satwa liar yang dikonsumsi warga China.

Baca: Amerika Serikat dan China di Ambang Perang Dingin yang Baru

Melansir Kompas.com, Pemerintah Kota Wuhan memutuskan untuk melarang semua perdagangan dan makan satwa liar.

Larangan ini menyusul keputusan pemerintah pusat pada 24 Februari 2020 tentang pembatasan perdagangan satwa liar.

Melansir SCMP, pemerintah Kota Wuhan telah merilis larangan tersebut dalam situs resminya, Kamis (21/5/2020).

"Platform perdagangan online, pasar komersial, pasar pertanian dan restoran, serta perusahaan transportasi, dan logistik tidak boleh memasok tempat atau layanan untuk konsumsi satwa liar," tulis pemerintah kota, seperti dikutip SCMP.

Selain itu perburuan satwa liar juga turut dilarang, kecuali untuk tujuan penelitian ilmiah, pengaturan populasi, dan pemantauan penyakit epidemi.

Pembatasan serupa juga diterapkan pada pengembangbiakkan satwa yang tidak dijinakkan.

Pengecualian untuk tujuan perlindungan spesies, penelitian ilmiah, dan pameran satwa seperti kebun binatang dan taman margasatwa yang telah disetujui pemerintah.

Perdagangan satwa liar di China, dituding sebagai penyebab awal terjadinya pandemi virus corona.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas