Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Pembunuh dan George Floyd Ternyata Pernah Bekerja 17 Tahun Bersama Jadi Satpam

Pria kulit hitam George Floyd dan polisi kulit putih Derek Chauvin yang membunuhnya ternyata pernah kerja bersama jadi satpam di klub.

Polisi Pembunuh dan George Floyd Ternyata Pernah Bekerja 17 Tahun Bersama Jadi Satpam
kstp.com
George Floyd dan polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin. 

Saudara George Floyd, Rodney Floyd tak percaya George melawan petugas saat ditangkap.

"Anda punya mata, saya punya mata, Anda dapat melihat apa yang Anda lihat," ujar Rodney Floyd.

Ia mengaku geram lantaran tindakan petugas polisi yang menewaskan George Floyd diduga menyangkut isu rasisme.

"Dan saya menyaksikan, bangsa ini menyaksikan, dan setiap orang kulit hitam menyaksikan, perlakuan yang sama, karena perlakuan itu tak terjadi pada orang lain (selain kulit hitam)," kata Rodney Floyd.

Keluarga George Floyd, pria kulit hitam yang tewas diinjak oleh polisi di Amerika Serikat.
Keluarga George Floyd, pria kulit hitam yang tewas diinjak oleh polisi di Amerika Serikat. (CNN.com)

Sepupu George Floyd, Tera Brown menegaskan, pihak keluarga ingin semua polisi yang ada di TKP didakwa tindakan pembunuhan.

"Mereka harus dihukum kasus pembunuhan karena yang mereka lakukan adalah pembunuhan," kata Brown.

"Hampir seluruh dunia menjadi saksi karena ada orang baik yang merekamnya," tambahnya.

Saudara perempuan George Floyd, Bridgett Floyd juga mengharapkan hal yang sama, yakni dakwaan pembunuhan pada semua petugas kepolisian yang terlibat.

"Tentunya tidak cukup keadilan bagi saya dan keluarga saya," ujar Bridgett Floyd, Rabu (27/5/2020).

"Saya merasa orang-orang itu harus dipenjara. Mereka membunuh saudara saya," sambungnya.

Keluarga Tuntut Hukuman Mati

Adik George Floyd, Philonese Floyd meminta keadilan atas terbunuhnya sang kakak.

Dikutip Tribunnews.com dari theguardian.com, Philonese sampai terisak ketika diwawancara soal kematian George Floyd, Kamis (28/5/2020) pagi.

Philonese dan keluarganya merasa harus segera menuntut keadilan atas kematian George Floyd, yakni dengan meminta hukuman mati bagi pelaku.

Selain Derek Chauvin, ada empat anggota polisi Minneapolis lainnya yang dinilai terlibat dalam pembunuhan itu lantaran diam saja ketika George Floyd diinjak hingga tewas.

Empat anggota polisi itu sudah dipecat sehari setelah kematian George Floyd.

"Para polisi, mereka harus segera ditangkap sekarang juga, orang-orang ingin keadilan sekarang juga," tegas Philonese dalam wawancara dengan CNN.

"Mereka harus dihukum dan mendapat hukuman mati," kata Philonese.

Philonese Floyd, adik George Floyd, pria Afika-Amerika berumur 46 tahun yang tewas karena lehernya diinjak seorang petugas polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Senin (25/5/2020).
Philonese Floyd, adik George Floyd, pria Afika-Amerika berumur 46 tahun yang tewas karena lehernya diinjak seorang petugas polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Senin (25/5/2020). (Twitter/@NewDay)

Philonese menangis ketika menceritakan detik-detik kematian sang kakak di tangan anggota polisi itu.

"Dia tidak bisa bernapas, dan tak ada yang peduli," ujar Philonese.

"Keluarga kami tak akan pernah melihatnya (George Floyd) lagi, anak-anaknya tak akan pernah bertemu dia lagi," kata Philonese sambil menangis.

Philonese menceritakan, keluarga George Floyd sudah bertemu dengan jaksa yang menangani kasus ini pada Kamis.

Sebelumnya keluarga George Floyd menghubungi kantor kejaksaan serta Wail Kota Minneapolis, Jacob Frey.

Jacob Frey yang menyayangkan tindakan kriminal berunsur rasisme merasa heran mengapa para anggota polisi itu tak segera ditangkap.

"Mengapa orang yang membunuh George Floyd tak langsung dipenjara?" tanya Jacob Frey, Rabu.

Pihak pemerintah kota juga sudah merilis nama para anggota polisi yang terlibat dan kini telah dipecat.

Selain Derek Chauvin, ada Thomas Lane, Tou Thao, dan J Alexander Kueng.

Gelombang protes terus muncul di tengah masyarakat seluruh penjuru AS, khususnya di Minneapolis.

Pada Rabu malam, dalam sebuah demo yang berakhir ricuh, seorang pria tewas tertembak dan pelaku penembakan sekarang sudah ditahan.

(Tribunnews.com/Ifa Nabila)

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas