Tribun

Rusuh di Amerika Serikat

Warga Tak Peduli Pandemi, Amerika Dalam Risiko Penularan Besar Covid-19

Amarah warga atas kematian Floyd membuat mereka tidak mengindahkan lagi peringatan social distancing Covid-19.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Warga Tak Peduli Pandemi, Amerika Dalam Risiko Penularan Besar Covid-19
Bryan R. Smith / AFP
Para pengunjuk rasa berhadapan dengan polisi selama demonstrasi menentang pembunuhan George Floyd oleh kepolisian Minneapolis pada Hari Peringatan 30 Mei 2020 di Borough of Brooklyn di New York. 

TRIBUNNEWS.COM, LOS ANGELES - Gelombang protes menyuarakan keadilan atas kematian George Flyod menjalar ke seantero Amerika Serikat.

Selain stabilitas keamanan, faktor lain yang menjadi kekhawatiran pejabat di sejumlah negara bagian, adalah risiko besar terpaparnya para demonstran oleh virus corona.

Meski begitu, risiko tertular virus corona seolah tak dipedulikan demonstran.

Warga terus memprotes kematian warga kulit hitam, George Floyd di tangan polisi.

Protes berupa unjuk rasa meluas dan massif di hampir semua kota di Amerika Serikat (AS).

Amarah warga atas kematian Floyd membuat mereka tidak mengindahkan lagi peringatan social distancing Covid-19.

Demikian juga peringatan dari Presiden AS Donald Trump.

Satu pengunjuk rasa mengatakan dia tidak punya pilihan, selain menyuarakan keadilan.

"Ini tidak OK bahwa di tengah pandemi, kita harus keluar di sini mempertaruhkan hidup kita," ujar Spence Ingram, seorang wanita kulit hitam, yang ikut bersama ratusan pengunjuk rasa lain berkumpul di Capitol di Atlanta, seperti dilansir Associated Press (AP), Minggu (31/5/2020).

"Tapi saya harus memprotes untuk hidupku dan berjuang untuk hidupku sepanjang waktu."

Halaman
123
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas