Protes Kematian Floyd Menjalar ke Eropa, Ribuan Orang Demo Kedubes AS di Denmark
Demonstrasi di ibukota Denmark itu dimulai tepat di luar Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Østerbro dan berakhir di Christiansborg,
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, COPENHAGEN - Kematian pria berkulit hitam George Floyd yang tewas oleh polisi kulit putih Amerika Serikat (AS) tidak hanya memicu terjadinya aksi protes di negara itu, namun juga negara lainnya.
Di AS, aksi protes itu memang secara cepat berubah menjadi anarkis karena melibatkan bentrokan antara massa demonstran dengan petugas kepolisian.
Bahkan banyak pula mobil yang terparkir di jalanan AS secara sengaja dibakar dan terjadi penjarahan di beberapa kota.
Baca: Reaksi Dunia Sikapi Aksi Solidaritas Atas Kematian George Floyd di Amerika Serikat
Sejak saat itu, demonstrasi serupa pun turut digelar di negara-negara Eropa.
Namun aksi di benua biru ini dilangsungkan secara damai.
Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (1/6/2020), sekitar 2.000 orang telah berkumpul di banyak jalan di Copenhagen untuk memprotes tindakan kekerasan berujung pembunuhan yang dilakukan polisi AS terhadap warga AS keturunan Afrika-Amerika tersebut.
Baca: Rusuh di Amerika Serikat: Aksi Penjarahan Diduga Terorganisir, Dibekali HT dan Truk Suplai
Demonstrasi di ibukota Denmark itu dimulai tepat di luar Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Østerbro dan berakhir di Christiansborg, gedung parlemen Denmark.
Para demonstran ini tampak memegang papan bertuliskan 'Keadilan untuk George Floyd'.
Menurut kepolisian Copenhagen, demonstrasi berlangsung secara damai.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Copenhagen Henrik Svejstrup memperkirakan bahwa demonstrasi ini akan mencapai puncaknya di Christiansborg, dengan diikuti sekitar 2.000 peserta.
Kendati demikian ia memastikan demonstrasi itu tidak berjalan anarkis.
Baca: Rusuh di Amerika Serikat: Jam Malam di Sejumlah Kota Diperpanjang, Tentara Garda Nasional Diturunkan
Seorang demonstran bernama Lea Rejmers mengatakan kepada Radio Denmark, bahwa tindakan yang dilakukan terhadap Floyd seharusnya tidak terjadi.
"Itu tidak adil, terlepas dari warna kulit mereka. Di Denmark, ada juga rasisme seperti itu. Tapi bagaimanapun juga, kita adalah warga dunia dan tidak membenarkan aksi kekerasan ini, saya pikir apa yang terjadi adalah tindakan kekerasan dan tidak etis," kata Rejmers.