Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berbicara Langsung dengan Keluarga George Floyd, Kepala Polisi Minneapolis Lepas Topi Dinas

Berbicara langsung dengan Philonise, Arradondo mengatakan keputusan (penangkapan pelaku) dilakukan Kantor Kejaksaan Wilayah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Berbicara Langsung dengan Keluarga George Floyd, Kepala Polisi Minneapolis Lepas Topi Dinas
AFP/SAMUEL CORUM
Massa demonstran melemparkan bendera AS ke arah kobaran api dalam unjuk rasa memprotes kasus tewasnya George Floyd di luar Gedung Putih, Washington DC, AS, Minggu (31/5/2020). 

Sedangkan seorang perempuan di mobil itu diminta angkat tangan dan berhenti melawan.

Mahasiswa tersebut, Taniyah Pilgrim (20) mengaku trauma terkait perlakuan polisi Atlanta kepada dirinya.

"Itu adalah pengalaman terburuk dalam hidup saya," kata Taniyah Pilgrim.

Pilgrim menambahkan begitu banyak keributan yang terjadi pada saat itu sehingga ia hanya berpikir bagaimana agar tidak mati.

Saat itu ia bersama temannya, Messiah Young, sedang dalam perjalanan pulang dari pusat kota Atlanta seusai mengikuti demo pada Sabtu malam.

Mendadak polisi menggunakan pistol kejut listrik (tasers) untuk mengeluarkan mereka dari mobil.

Belakangan Pilgrim dan Young dibebaskan dari segala tuduhan.

Rekomendasi Untuk Anda

Wali Kota Atlanta Keisha Lance-Bottoms mengatakan ia memerintahkan agar tuduhan terhadap kedua mahansiswa itu dibatalkan.

Baca: 6 Kasus Baru Positif Covid-19 di Bangli Bali Semuanya Para Pekerja Migran

Sopir Truk Ditahan

Di antara demo besar-besaran di AS ada kejadian seorang sopir truk trailer, Bogdan Vechirko, ditahan karena menerabas kerumunan demonstran di Negara Bagian Minnesota pada Minggu malam.

Ia didakwa melakukan penyerangan.

Video udara memperlihatkan Vechirko dibawa pergi oleh polisi dari kerumunan massa dalam kondisi terluka.

Pengunjukrasa meluapkan amarhnya kepada petugas NYPD dalam aksi unjuk rasa 'Black Lives Matter' di kota New York, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. AFP/JOHANNES EISELE
Pengunjukrasa meluapkan amarhnya kepada petugas NYPD dalam aksi unjuk rasa 'Black Lives Matter' di kota New York, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. AFP/JOHANNES EISELE (AFP/JOHANNES EISELE)

Vechirko mengalami luka-luka ringan pada hidung dan matanya, kemungkinan akibat dikeroyok para pendemo.

Menurut Departemen Keamanan Publik, tidak ada pengunjuk rasa yang terluka.

Tindakan Vechirko digambarkan sebagai memprovokasi kerumunan demonstran yang melakukan aksi damai. (cnn/feb)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas