Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

WHO Lanjutkan Studi Hidroksiklorokuin untuk Mengobati Covid-19

WHO melanjutkan penelitian untuk obat malaria hidroksiklorokuin, Rabu (3/6/2020), guna mencari tahu apakah efektif dipakai mengobati Covid-19

WHO Lanjutkan Studi Hidroksiklorokuin untuk Mengobati Covid-19
GEORGE FREY / AFP
ILUSTRASI HIDROKSIKLOROKUIN - WHO Lanjutkan Studi Hidroklorokuin untuk Mengobati Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM - World Health Organization (WHO) melanjutkan penelitian untuk obat malaria hidroksiklorokuin, Rabu (3/6/2020), guna mencari tahu apakah efektif dipakai mengobati Covid-19.

Pekan lalu, WHO mengumumkan menangguhkan sementara penelitian hidroksiklorokuin.

Kebijakan tersebut diumumkan WHO karena muncul kekhawatiran tentang dampak buruk hidroksiklorokuin terhadap jantung.

Lebih jauh, mengikuti publikasi studi Lancet pada 22 Mei 2020 lalu, penelitian melibatkan lebih dari 96.000 orang.

Dikutip Tribunnews dari Time, studi tersebut menemukan obat malaria itu tidak meningkatkan kelangsungan hidup di antara pasien dengan Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Pasien, menurut hasil studi, lebih mungkin mengembangkan kelainan denyut jantung, sebagai efek samping obat dibanding mereka yang tidak diberi obat.

Baca: WHO Tunda Uji Coba Obat Hidroksiklorokuin untuk Pengobatan Virus Corona

Baca: Studi Penggunaan Hidroksiklorokuin untuk Covid-19 Dipertanyakan 120 Peneliti dan Profesional Medis

Baca: Prancis Larang Penggunaan Hidroksiklorokuin, Obat yang Diklaim Trump Sembuhkan Covid-19

Secara terpisah, peneitian lain mengungkapkan orang yang menggunakan hidroksiklorokuin tidak mendapat manfaat.

Hasil dari satu percobaan yang dilakukan di New York menunjukkan, pasien Covid-19 yang menggunakan hidroksiklorokuin sama-sama membutuhkan ventilator dan meninggal karena virus corona.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus - WHO Lanjutkan Studi Hidroklorokuin untuk Mengobati Covid-19
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus - WHO Lanjutkan Studi Hidroklorokuin untuk Mengobati Covid-19 (VOA)

Terkait uji coba untuk obat malaria hidroksiklorokuin ini, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesys angkat bicara.

Dalam konferensi pers yang digelar 3 juni 2020, Dr Tedros mengatakan, dewan agensi meninjau data mengenai resiko jantung.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas