Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kata Pengacara: Bukan Covid-19, Tapi Pandemi Rasisme yang Tewaskan George Floyd

Namun tegas Crump, pandemi lain bernama rasisme dan diskriminasi lah penyebab George FLoyd tewas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kata Pengacara: Bukan Covid-19, Tapi Pandemi Rasisme yang Tewaskan George Floyd
AFP/MICHAEL BRADLEY
Sekitar 4.000 pengunjuk rasa mengikuti aksi demo menentang kematian George Floyd dalam protes bertajuk Black Lives Matter di Auckland, Selandia Baru, Senin (1/6/2020). Kematian George Floyd setelah lehernya ditindih lutut polisi berkulit putih di Minneapolis, AS, turut menimbulkan reaksi keras dari banyak orang di berbagai negara. 

"Saya tidak akan pernah melupakan perkataan 'saya tidak dapat bernapas.' Amerika tidak dapat membiarkan orang mati di abad ke-21," ucapnya.

Para pelayat mengenakan masker dan dinatara mereka berkata, "saya tidak bisa bernapas."

Panitia mengeluarkan beberapa peringatan kepada para pelayat untuk menjaga jarak (social distancing).

Banyak pelayat mempraktekan salam siku saat bertemu sesamanya di tengah pandemi virus corona.

Jenasah Floyd akan dikebumikan pada hari Sabtu (6/6/2020).

Baca: George Floyd Positif Covid-19, Hasil Autopsi Sebut Kemungkinan Dia Sebagai Carrier Virus

Sebelum dikebumikan, jenasah FLoyd akan dibawa ke Raeford, North Carolina, negara bagian di mana ia lahir 46 tahun yang lalu.

Di sini jenasah FLoyd akan disemayamkan selama dua jam untuk memberikan kesempatan publik melihat dan mendoakan almarhum. (AP)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas