Muncul Gelombang Unjuk Rasa Anti-Rasisme "George Floyd" di Eropa
Unjuk rasa damai menuntut keadilan rasial juga menggema di seluruh Eropa pada Minggu (7/6/2020) waktu setempat.
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco

'Tidak ada Keadilan, Tidak Ada Perdamaian'
Lebih dari 1.000 orang pada hari Minggu (7/6/2020) juga berunjuk rasa menentang diskriminasi rasial di dekat Kedutaan besar AS di Budapest.
Penyanyi Reggae asal Hungaria, G Ras mengatakan kepada pengunjuk rasa," jika kita ingin hidup di dunia yang lebih baik, maka kita perlu secara radikal mengubah cara kita hidup."
Hampir 4.000 warga menghadiri dua asi unjuk rasa serupa di Belanda.
Ribuan warga berunjuk rasa di seluruh kota di Inggris.
Artis Hip-Hop Stormzy juga bergabung dalam barisan demonstran untuk hari kedua yang terjadi di London, meskipun ada larangan pertemuan dalam jumlah besar di tengah pandemi Covid-19.
Di ibukota Skotlandia, Edinburgh, penyanyi Lewis Capaldi ikut bersama ribuan pengunjuk rasa.
Di Lausanne, Swiss, hampir 10 ribuan demonstran berbalut pakaian serba hitam bertuliskan, "warna saya bukan ancaman."
"Hampir 10.000 orang berunjuk rasa di Brussel," kata polisi.
"Pembunuhan George Floyd jelas telah membangunkan banyak orang," tegas Ange Kaze dari Jaringan Belgia untuk 'Black Lives'.
Bentrokan demonstran dan polisi pecah saat aksi unjuk rasa di Brussels.
Namun aksi demonstrasi oleh 15 ribu orang di Kopenhagen berakhir dengan damai.
Bentrokan juga dilaporkan terjadi di akhir aksi unjuk rasa di Goteborg, Swedia.
Di Perancis, lebih dari 23.000 orang berjunjuk rasa pada Sabtu (6/6/2020).