Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

Sejumlah Pasukan Garda Nasional AS Positif Corona, Pengunjuk Rasa Didesak Lakukan Tes

Dalam aksi unjuk rasa saat itu, banyak demonstran mengenakan masker tapi sedikit juga mereka yang tidak mengenakannya.

Sejumlah Pasukan Garda Nasional AS Positif Corona, Pengunjuk Rasa Didesak Lakukan Tes
AFP/Roberto Schmidt
Seorang demonstran terlihat emosional ketika melihat seorang polisi berlutut saat ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi demo atas kematian George Floyd, di jalan dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Roberto Schmidt 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Washington DC mendesak warga yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa memprotes kematian warga kulit hitam George Floyd untuk segera melakukan tes virus corona (Covid-19).

Pemerintah Washington bergabung dengan pemerintah lokal lain, termasuk Boston, Dallas dan negara bagian New York, meminta para demonstran untuk segera menjalani tes.

Ribuan orang membanjiri jalan dalam aksi demonstrasi di tengah pandemi yang telah menjangkiti hampir 2 juta orang Amerika dan menewaskan sekitar 112.000 orang.

"Jika Anda khawatir bahwa Anda terpapar saat keluar dari lingkungan masyarakat atau ikut di salah satu demonstrasi, kami mendorong Anda untuk melakukan tes... antara tiga hingga lima hari, tidak lebih cepat dari itu, " ujar Wali Kota Washington, Muriel Bowser, kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Kamis (11/6/2020).

Pemerintah setempat mendorong para pengunjuk rasa untuk melihat sendiri tanda dan gejala penyakit pernapasan dan Covid-19.

Otoritas setempat juga mendorong mereka untuk bekerja dari rumah, jika mungkin, selama 14 hari dan membatasi pergerakan.

Meskipun pejabat kesehatan Washington LaQuandra Nesbitt mengatakan, pembatasan tersebut tidak sama dengan tindakan karantina.

AS telah meningkatkan ketersediaan tes Covid-19 gratis, termasuk tes Covid-19 di markas pemadam kebakaran pada malam hari dan akhir pekan.

Seruan agar pengunjuk rasa melakukan tes Covid-19 juga disuarakan para ahli kesehatan masyarakat, termasuk atas ahli penyakit menular AS Anthony Fauci, telah memperingatkan aksi demonstrasi dapat menyebabkan lonjakan jumlah kasus Corona.

Sebelumnya dilaporkan sejumlah personil tentara Garda Nasional Washington DC dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19), setelah mereka diturunkan menjaga aksi unjuk rasa memprotes kematian warga kulit hitam, George Floyd di ibukota AS.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas