Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Internasional

Lebih dari 100 Orang India Tewas akibat Tersambar Petir, Dikatakan Masuk Rekor Kematian Tertinggi

Lebih dari 100 orang di India utara telah tewas oleh puluhan serangan kilat dalam beberapa hari terakhir.

Lebih dari 100 Orang India Tewas akibat Tersambar Petir, Dikatakan Masuk Rekor Kematian Tertinggi
Wide Open Eats
Ilustrasi petir - Lebih dari 100 orang di India utara telah tewas oleh puluhan serangan kilat dalam beberapa hari terakhir. 

TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 100 orang di India utara telah tewas oleh puluhan serangan kilat dalam beberapa hari terakhir.

Jumlah tersebut dinyatakan sebagai rekor tertinggi kematian akibat sambaran petir selama beberapa tahun terakhir.

Oleh sebab itu, pihak berwenang telah mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, lantaran cuaca buruk tersebut diperkirakan masih akan berlangsung sementara waktu.

Pemandangan Pegunungan Kashmir yang terlihat jelas sejak 30 tahun terakhir ini dilihat dari Kota Sialkot di Punjab, India.
Ilustrasi India. Pemandangan Pegunungan Kashmir yang terlihat jelas sejak 30 tahun terakhir ini dilihat dari Kota Sialkot di Punjab, India. (TWITTER)

 

 Sosok 5 Tentara India yang Tewas Dalam Bentrok Perbatasan, Keluarga Bangga Anaknya Gugur Bela Negara

Dilansir bbc.com, Jumat (26/6/2020) tim manajemen bencana di negara bagian Bihar mengatakan 83 orang tewas akibat tersambar pertir di daerah tersebut.

Sementara 20 korban lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit karena menderita luka-luka.

Sedangkan, setidaknya 20 orang lagi dilaporkan tewas di Uttar Pradesh, wilayah yang berdekatan dengan Bihar.

Diketahui, serangan kilat sering terjadi di India selama hujan lebat.

Sambaran kilat tersebut biasanya disertai hujan dan badai yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada pohon dan bangunan.

Oleh karenanya, pihak berwenang telah memperingatkan warga untuk waspada dan tetap tinggal di dalam rumah.

Pasalnya, para ahli meteorologi memperkirakan cuaca akan menjadi lebih buruk ke depannya.

>>> Halaman selanjutnya

Ikuti kami di
Editor: Atri Wahyu Mukti
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas