Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Presiden Brasil Dinyatakan Negatif Covid-19 Setelah Tes Keempat

Dalam foto yang diposting ke media sosial, Bolsonaro muncul dengan kotak hidroksiklorokuin, obat anti malaria.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Presiden Brasil Dinyatakan Negatif Covid-19 Setelah Tes Keempat
AFP via BBC
Presiden Brasil Jair Bolsonaro terlihat batuk ketika menghadiri demonstrasi menentang lockdown Covid-19 di Brasilia, 19 April 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, SAO PAULO - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengumumkan hasil tes keempatnya untuk Covid-19 pada Sabtu (25/7/2020) waktu setempat.

Bolsonaro mengatakan hasil tesnya menyatakan negatif, setelah berminggu-minggu dikarantina di tempat tinggalnya karena Covid-19.

Dalam foto yang diposting ke media sosial, Bolsonaro muncul dengan kotak hidroksiklorokuin, obat anti malaria.

"Tes RT-PCR untuk SARS-COV 2 adalah negatif," tulis Bolsonaro dalam akun resminya di Twitter, seperti dilansir Reuters, Minggu (26/7/2020).

Baca: Pasien Covid-19 Dilaporkan Kabur dari RSD Wisma Atlet Kemayoran

Tiga kali tes dalam bulan ini, Bolsonaro melaporkan hasil positif, termasuk ketika didiagnosis pada 7 Juli terinfeksi Covid-19.

Sejak itu ia telah berada dalam isolasi mandiri di kediaman Presiden, mengisi agenda resminya dengan videoconference.

Dia terlihat di luar ruangan sesekali, termasuk menyapa para pendukung.

Rekomendasi Untuk Anda

Bolsonaro adalah salah satu dari lebih dari 2,3 juta kasus di Brasil.

Di dunia, Brasil berada di posisi kedua, di bawah Amerika Serikat terkait tertinggi jumlah kasus Covid-19.

Pandemi telah menewaskan lebih dari 85 ribu orang di Brasil.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19, setelah menjalani tes keempatnya pada Selasa (7/7/2020).

Meski hasil tes positif, Bolsonaro mengatakan dirinya merasa "sangat sehat" dan hanya mengalami gejala ringan.

Presiden yang berjuluk "Tropical Trump" ini sebelumnya kerap memantik kontroversi di "Negeri Samba" terkait penanganan Covid-19.

Ia berulang kali mencemooh tindakan pencegahan dan meremehkan risiko virus bernama resmi SARS-CoV-2 ini.

Padahal saat itu, virus mematikan itu telah menjangkiti lebih dari 1,6 juta dan menewaskan tak kurang 66.000 orang di Brasil.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas