60 Orang Lebih Hilang Terperangkap di Puing-puing Akibat Ledakan di Beirut
Lebih dari 60 orang dilaporkan hilang pasca-ledakan dashyat yang mengguncang Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020).
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Lebih dari 60 orang dilaporkan hilang pasca-ledakan dashyat yang mengguncang Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020).
Dikutip dari Arab News, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan hal tersebut pada Sabtu (8/8/2020).
Sukarelawan dan tim SAR terus mencari di dalam puing-puing bekas ledakan.
Baca: WNI Korban Ledakan di Beirut dalam Kondisi Stabil
Tim SAR dari sejumlah negara juga turut membantu dan telah berada di lokasi dalam upaya pencarian dan evakuasi korban.
Sampai hari ini, sebanyak 154 orang meninggal dunia, di mana 25 jenazah belum dapat diindentifikasi.
Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka, di antaranya 25 orang dalam keadaan kritis.
Baca: Pasangan Rekam Detik-detik Ledakan di Beirut dari Jarak 585 Meter, Panik dan Jatuh Terkena Ledakan
Demikian kantor berita negara National News Agency (NNA) mengutip keterangan hakim Fadi Akiki, perwakilan pemerintah di pengadilan militer, seperti dilansir Reuters, Jumat (7/8/2020).
Sumber peradilan dan media lokal mengatakan Manajer Umum Pelabuhan jadi seorang di antara orang-orang yang ditahan karena peristiwa mematikan tersebut.
Fadi Akiki mengatakan sejauh ini lebih dari 18 orang mulai dari pejabat pelabuhan, Bea Cukai dan pihak terkait yang terlibat dalam pekerjaan pemeliharaan di gudang.
"16 orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan," ujar Akiki.
Dia mengatakan penyelidikan masih terus berlanjut.
Sebuah sumber mengatakan Manager Umum Hassan Koraytem di antara mereka yang ditahan.
Sebelumnya, bank sentral mengatakan telah membekukan rekening tujuh orang termasuk Koraytem.
Dugaan