Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

60 Orang Lebih Hilang Terperangkap di Puing-puing Akibat Ledakan di Beirut

Lebih dari 60 orang dilaporkan hilang pasca-ledakan dashyat yang mengguncang Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in 60 Orang Lebih Hilang Terperangkap di Puing-puing Akibat Ledakan di Beirut
AFP/Anwar Amro
Pemandangan yang terlihat di lokasi sehari setelah terjadi ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Rabu (5/8/2020) pagi waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan puluhan orang meninggal, ratusan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. AFP/Anwar Amro 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Lebih dari 60 orang dilaporkan hilang pasca-ledakan dashyat yang mengguncang Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020).

Dikutip dari Arab News, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan hal tersebut pada Sabtu (8/8/2020).

Sukarelawan dan tim SAR terus mencari di dalam puing-puing bekas ledakan.

Baca: WNI Korban Ledakan di Beirut dalam Kondisi Stabil

Tim SAR dari sejumlah negara juga turut membantu dan telah berada di lokasi dalam upaya pencarian dan evakuasi korban.

Sampai hari ini, sebanyak 154 orang meninggal dunia, di mana 25 jenazah belum dapat diindentifikasi.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka, di antaranya 25 orang dalam keadaan kritis.

Baca: Pasangan Rekam Detik-detik Ledakan di Beirut dari Jarak 585 Meter, Panik dan Jatuh Terkena Ledakan

Rekomendasi Untuk Anda

Demikian kantor berita negara National News Agency (NNA) mengutip keterangan hakim Fadi Akiki, perwakilan pemerintah di pengadilan militer, seperti dilansir Reuters, Jumat (7/8/2020).

Sumber peradilan dan media lokal mengatakan Manajer Umum Pelabuhan jadi seorang di antara orang-orang yang ditahan karena peristiwa mematikan tersebut.

Fadi Akiki mengatakan sejauh ini lebih dari 18 orang mulai dari pejabat pelabuhan, Bea Cukai dan pihak terkait yang terlibat dalam pekerjaan pemeliharaan di gudang.

"16 orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan," ujar Akiki.

Dia mengatakan penyelidikan masih terus berlanjut.

Sebuah sumber mengatakan Manager Umum Hassan Koraytem di antara mereka yang ditahan.

Sebelumnya, bank sentral mengatakan telah membekukan rekening tujuh orang termasuk Koraytem.

Dugaan

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas