60 Orang Lebih Hilang Terperangkap di Puing-puing Akibat Ledakan di Beirut
Lebih dari 60 orang dilaporkan hilang pasca-ledakan dashyat yang mengguncang Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020).
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Adi Suhendi
Kala itu, para pekerja sedang memperbaiki gerbang di luar gudang 12 dengan alat listrik sebelum ledakan terjadi.
"Saat itu pukul 5 sore, dan setelah 30 menit mereka melihat asap."
"Petugas pemadam kebakaran datang, begitu pula petugas keamanan negara. Semua orang mati," ucapnya.
"Saya yakin bahwa pekerjaan perbaikan itulah yang menyebabkan bencana ini," lanjutnya.
Baca: WNI Korban Ledakan di Beirut dalam Kondisi Stabil
Penyelidikan Lebanon atas bencana itu diperkirakan akan dilaporkan ke kabinet nasional pada Minggu (9/8/2020).
Enam belas orang yang terkait dengan pelabuhan, termasuk manajer umum, telah ditahan.
Namun, para tokoh dunia, termasuk presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah menyerukan adanya penyelidikan internasional yang independen.
Sementara itu, presiden Lebanon, Michel Aoun, mengatakan, penyebab ledakan masih belum jelas.
Aoun menyebut adanya kemungkinan tindakan permusuhan sebagai penyebab dari ledakan.
"Penyebabnya belum ditentukan," kata Aoun.
"Ada kemungkinan gangguan eksternal melalui roket atau bom, atau tindakan lainnya," imbuhnya.
Palang Merah Lebanon memperkirakan, puluhan orang masih tertimbun puing-puing akibat ledakan.
Sebagian besar dari mereka adalah pegawai pelabuhan yang bekerja di dalam dan sekitar gudang.
(Tribunnews.com/Citra Agusta Putri Anastasia)