Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perawatan Anak-anak Penyintas Kanker Terbengkalai Pasca Ledakan Besar di Beirut

Belasan anak penyitas kanker kehilangan akses perawatan sejak ledakan dahsyat melanda Beirut, Lebanon.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Perawatan Anak-anak Penyintas Kanker Terbengkalai Pasca Ledakan Besar di Beirut
STR / AFP
Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan ibukota Lebanon, Beirut, pada 4 Agustus 2020. Seorang mantan anggota parlemen Israel merayakan ledakan yang menewaskan 130 orang dan melukai 5.000 lainnya dengan menyebut bahwa ledakan tersebut adalah 'hadiah dari Tuhan'. 

Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga Rabu (12/8/2020) pagi, negara ini mencatat 7.121 kasus Covid-19 dan 87 kematian sejak Februari.

Sementara ini sebagian besar pasien kanker di tahap kritis Noun ditempatkan di rumah sakit di luar Beirut.

Gobran Pierre Tawk memiliki putri yang didiagnosa kanker sejak Desember lalu, di saat Lebanon menderita krisis ekonomi.

Tiga tahun lalu Tawk pindah ke Lebanon dari Australia untuk tinggal di negara ini, namun dia berencana akan pindah lagi pasca ledakan.

"Saya percaya di Lebanon, tapi saya juga seorang ayah."

"Prioritas saya adalah memastikan Amanda aman dan bahagia."

"Ada seseorang yang sedang sekarat karena kanker, dan itu haknya untuk mendapatkan perawatan," kata Tawk.

Baca: Otoritas Keamanan Negara Telah Beri Peringatan Sebelum Ledakan Besar Guncang Beirut

Baca: Daftar Sejumlah Menteri yang Mundur Akibat Ledakan di Beirut dan Krisis Ekonomi

Rekomendasi Untuk Anda

Tawk mengaku cinta dengan negaranya ini, Lebanon.

Namun dia tidak ingin merasa was-was karena anak-anaknya tidak mendapat perawatan maksimal di sini.

Marita Reaidy, seorang pasien kanker berusia 7 tahun menganggap St. George sebagai rumahnya.

Selama ini dia selalu mendapatkan perawatan kanker di sana.

"Rumah saya sekarang hancur," katanya.

"Ini rumah sakitku. Sudah pergi. Aku tidak ingin rumah sakitku mati seperti ini," jelas bocah belia ini.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani/Maliana)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas