Tribun

Hanabi Diluncurkan di Daerah Edogawa Tokyo Jepang, Bangkitkan Semangat Hidup di Tengah Pandemi

Jumlah yang menonton Hanabi kejutan tersebut memang tidak sebanyak acara resmi pesta hanabi di Edogawa.

Editor: Dewi Agustina
Hanabi Diluncurkan di Daerah Edogawa Tokyo Jepang, Bangkitkan Semangat Hidup di Tengah Pandemi
Foto NHK
Hanabi kejutan di daerah Edogawaku Tokyo, Senin (24/8/2020) malam. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kembang api (hanabi) kejutan diluncurkan dari dasar sungai di daerah Edogawa Tokyo, Senin (24/8/2020) malam.

"Kita memang tidak mengumumkan peluncuran hanabi kejutan ini. Hanya untuk masyarakat lokal setempat saja. Namun maksud kami untuk meningkatkan semangat masyarakat agar berjuang melawan pandemi Corona dan berharap masa pandemi ini segera berakhir," ungkap Mikami, seorang panitia hanabi tersebut kepada Tribunnews.com, Senin (24/8/2020) malam.

Jumlah yang menonton Hanabi kejutan tersebut memang tidak sebanyak acara resmi pesta hanabi di Edogawa, karena banyak yang tidak tahu dan memang tidak dijadwalkan kepada masyarakat umum.

"Ya semoga saja dengan hanabi ini bisa membangkitkan semangat masyarakat Jepang dalam masa yang sangat memprihatinkan ini," ungkapnya.

Kembang api (Hanabi) di Tokyo yang berbentuk Gunung Fuji.
Kembang api (Hanabi) di Tokyo yang berbentuk Gunung Fuji. (Foto HubJapan)

Warga setempat yang ditanya Tribunnews.com merasa bahagia setelah melihat Hanabi kejutan sekitar jam 19.30 waktu Jepang kemarin malam.

"Rasanya sudah berapa tahun tidak melihat hanabi, tentu saja saya senang sekali," papar Ayako Kumagai, seorang warga Edogawaku kepada Tribunnews.com.

Selama tahun 2020 dengan adanya pandemi Corona, tidak ada satu pun festival hanabi, apalagi mengumumkan tanggal pesta hanabi.

Baca: Secret Hanabi, Pertama Kalinya di Jepang Peluncuran Kembang Api Tanpa Pemberitahuan

Akibatnya banyak di antara mereka melakukan sembunyi-sembunyi dan kejutan kepada masyarakat sekitarnya di berbagai tempat di Jepang.

Peliputan media pun akhirnya terlewatkan karena banyak media yang tidak mengetahui dampak resmi tidak diumumkannya jadwal hanabi tersebut (dengan pembatalan hanabi secara resmi dilakukan di banyak tempat).

"Apabila mengumumkan adanya hanabi pasti akan banyak sekali orang berkumpul dan itu bisa membahayakan mereka sendiri tertular virus corona tersebut dalam kerumunan banyak orang. Pengaturan juga sangat repot jadinya," jelas Mikami.

Kembang api (Hanabi) di Sumidagawa-ku, Minggu (29/7/2018).
Kembang api (Hanabi) di Sumidagawa-ku, Minggu (29/7/2018). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Hanabi kejutan itu juga tidak bermasalah asalkan dilakukan dengan tingkat keamanan dan keselamatan tinggi oleh profesional hanabi Jepang.

Sementara itu Pandan College, sekolah bahasa Jepang yang telah berpengalaman 13 tahun dan sudah mengirimkan muridnya lebih dari 50 orang ke Jepang, membuka kesempatan belajar lewat aplikasi Zoom bagi warga Indonesia di mana pun berada. Silakan kontak : info@sekolah.biz.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas