Militer Filipina Monitor Pergerakan Warga Pasca Serangan Bom Kembar
Dua serangan teror yang menewaskan 14 orang dan melukai sekitar 75 orang itu didalangi oleh kelompok Abu Sayyaf.
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, DAVAO - Militer Filipina siaga penuh di Kota Julu, pasca serangan bom kembar yang terjadi di awal pekan ini.
Hal itu diungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina Mayor Jenderal Edgard Arevalo seperti dikutip Aljazirah, Rabu (26/8/2020).
"Kami menyarankan masyarakat tetap tenang, namun waspada untuk memonitor serta melaporkan setiap orang atau benda mencurigakan atau aktivitas tidak biasa di wilayah tersebut," kata Arevalo.
Dua serangan teror yang menewaskan 14 orang dan melukai sekitar 75 orang itu didalangi oleh kelompok Abu Sayyaf.
Baca: Wanita Indonesia Diduga Berada di Balik Ledakan Bom Bunuh Diri, KBRI Tunggu Hasil Investigasi
Diketahui sejak lama, kelompok itu melakukan berbagai tindakan kekerasan di wilayah selatan wilayah Mindanao, mulai dari penculikan, perampokan dan pengeboman, maupun berafiliasi dengan kelompok teror ISIS.
Perempuan Indonesia Disebut Pelaku Bom Bunuh Diri
Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Pulau Jolo, Filipina, Senin (24/8/2020).
Dikutip dari Abs Cbn, pelaku merupakan janda dari teroris Norman Lasuca yang sebelumnya tewas meledakkan diri di Indanan 2019 lalu, dimana 6 orang meninggal dunia.
Sebelum ledakan, otoritas Filipina mengakui sedang memburu dua perempuan yang akan melakukan aksi teror, satu di antaranya adalah janda dari Norman Lasuca.
"Kami belum bisa menyatakan apakah benar salah satu pelaku ledakan itu adalah istri dari Lasuca," ujar Komanda Militer Filipina, Letjen Cirilito Sobejana, Selasa (25/8/2020).