Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alexei Navalny Diduga Diracun dengan Racun Saraf Novichok, Apa Itu?

Beberapa varian Novichok dianggap lima hingga delapan kali lebih beracun daripada agen saraf VX.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Alexei Navalny Diduga Diracun dengan Racun Saraf Novichok, Apa Itu?
Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny ambil bagian dalam pawai untuk mengenang pembunuhan kritikus Kremlin Boris Nemtsov di pusat kota Moskow pada 29 Februari 2020. 

Ketika ini dicampur, mereka bereaksi untuk menghasilkan agen toksik aktif.

"Salah satu alasan utama agen ini dikembangkan adalah karena bagian komponennya tidak ada dalam daftar terlarang," kata Prof Stephens.

Baca: Liga Jerman Kembali Bergulir 20 September, Laga Berpeluang Dihadiri Penonton Umum

Baca: Patriarch Ortodoks Rusia Tahbiskan Uskup untuk Jakarta, Indonesia

Pengaruh Cepat

Lebih jauh, Novichok dirancang agar lebih beracun daripada senjata kimia lainnya, jadi beberapa versi akan mulai berlaku dengan cepat.

Sekira, agen saraf Novichok dapat bereaksi dalam urutan 30 detik hingga dua menit.

Jalur utama pemaparan kemungkinan besar melalui pernapasan atau dikonsumsi, meski pun bisa juga diserap melalui kulit.

Baca: Pria Asal Muratara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan, Ada Luka Robek di Lehernya

Gejalanya Mirip dengen Agen Lain

Rekomendasi Untuk Anda

Agen novichok memiliki efek yang mirip dengan agen saraf lainnya, agen ini bekerja dengan memblokir pesan dari saraf ke otot, menyebabkan kolapsnya banyak fungsi tubuh.

Dr Mirzayanov mengatakan tanda pertama yang harus diperhatikan adalah miosis, penyempitan pupil yang berlebihan.

Dosis yang lebih besar dapat menyebabkan kejang dan gangguan pernapasan, katanya.

"(Kemudian mulailah) kejang dan muntah terus menerus, dan kemudian berakibat fatal," terangnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas