Tribun

Virus Corona

Dr Fauci Kembali Soroti Ucapan Donald Trump Soal AS 'Ambil Jalan Pintas' Tangani Pandemi Covid-19

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Fauci tidak setuju dengan Trump tentang AS 'ambil jalan pintas', mengutip statistik COVID-19 yang 'mengganggu'.

Dr Fauci Kembali Soroti Ucapan Donald Trump Soal AS 'Ambil Jalan Pintas' Tangani Pandemi Covid-19
Metro.uk
Dr Anthony Fauci dan Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, turut buka suara tentang penilaian Presiden AS Donald Trump terhadap pandemi virus corona baru-baru ini.

Pada Jumat (11/9/2020), Fauci mengaku tidak setuju dengan penilaian Donald Trump yang mengatakan AS "mengambil jalan pintas" tentang pandemi virus corona.

Alasannya, Direktur National Institutes of Allergy and Infectious Diseases ini mengatakan, Amerika Serikat memulai 'musim Covid-19' dengan garis dasar yang tinggi.

Yakni sekitar 40.000 kasus baru setiap hari dan kematian rata-rata sekitar 1.000 setiap hari.

Ahli penyakit menular top di AS, Dr Anthony Fauci menyampaikan pesan untuk para pengunjuk rasa yang mengabaikan perintah tinggal di rumah.
Ahli penyakit menular top di AS, Dr Anthony Fauci menyampaikan pesan untuk para pengunjuk rasa yang mengabaikan perintah tinggal di rumah. (wikipedia)

Baca: Pakar Penyakit Menular, Anthony Fauci, Menentang Rencana Donald Trump Membuka Kembali Amerika

Baca: Donald Trump Rupanya Sengaja Remehkan Bahaya Covid-19, Akui Tak Ingin Warga AS Panik dan Takut

Namun, Trump yang kerap meremehkan tingkat keparahan virus sejak awal mengaku yakin, Amerika Serikat "sedang berada di jalan pintas" dalam krisis Covid-19 pada Kamis (10/9/2020).

"Saya tidak setuju dengan itu (pernyataan Trump), jika melihat hal yang baru saja disebutkan."

"Statistiknya (data kasus Covid-19 di AS) benar-benar mengganggu," kata Fauci di MSNBC, dikutip dari CNA, Sabtu (12/9/2020).

"Jika berbicara tentang kembali ke tingkat normalitas seperti sebelum Covid-19, itu akan terjadi pada 2021, bahkan mungkin menjelang akhir 2021," katanya.

Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19.
Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19. (MARK FELIX / AFP)

Baca: Amerika Serikat Ogah Gabung dengan WHO Soal Vaksin Covid-19: Kami Tak Mau Dibatasi

Baca: Amerika Serikat Izinkan Terapi Plasma Daran untuk Pengobatan Covid-19

Fauci berharap, negara tidak melihat lonjakan kasus setelah akhir pekan Hari Buruh pada 7 September kemarin.

Sebab lonjakan sebelumnya juga terjadi, setelah akhir pekan libur panjang lainnya sejak Mei lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas