Tribun

Ibadah Haji 2020

Arab Saudi Cabut Larangan Ibadah Haji di Tengah Lonjakan Covid-19, Dibagi 2 Fase, Ini Jumlahnya

Arab Saudi mengatakan akan mencabut larangan ibadah Haji di tengah lonjakan kasus infeksi Covid-19 pada 4 Oktober 2020 mendatang.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
zoom-in Arab Saudi Cabut Larangan Ibadah Haji di Tengah Lonjakan Covid-19, Dibagi 2 Fase, Ini Jumlahnya
Sky News
Di tengah pandemi corona yang melanda dunia, pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi tetap berlangsung mengikuti protokol kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Arab Saudi mengatakan akan mencabut larangan ibadah Haji di tengah lonjakan kasus infeksi Covid-19 pada 4 Oktober 2020 mendatang.

Pengumuman yang disampikan pada Selasa (22/9/2020) itu menerangkan, Kerajaan Arab Saudi secara bertahap mulai mencabut pembatasan yang diberlakukan beberapa bulan ini karena penyebaran virus corona.

AP News melaporkan, media pemerintah menyebut, pihak berwenang berencana mengizinkan sekira 6.000 peziaran ke Masjidil Haram di Mekah.

Pemerintah terkait menerangkan, pembukaan kembali ibadah Haji akan dilakukan dengan beberapa fase.

Dalam fase pertama, nantinya situs tersebut akan terbuka untuk warga dan penduduk Saudi saja.

Baca: Komeng Pernah Tolak Tawaran Haji, Sempat Ditegur karena Memilih Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo

Baca: Jakarta PSBB Ketat, Reaksi Haji Lulung : Menunggu Ditegur Corona atau Kesadaran Sendiri

ILUSTRASI - Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019).
ILUSTRASI - Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). (Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019)

Sebelum pengunjung memasuki masjid untuk salat atau menuaikan ibadah umrah, mereka harus mendaftar dan memesan waktu atau tanggal tertentu melalui aplikasi daring.

Aplikasi ini akan diluncurkan pada 27 September 2020, dengan tujuan untuk menghindari keramaian dan mempertahankan pedoman jarak sosial.

Pengunjung juga dapat memilih melalui aplikasi sarana transportasi dan titik pertemuan mereka.

Kemudian, fase kedua diluncurkan pada 18 Oktober 2020.

Untuk fase kedua, memungkinkan maksimal 15.000 jamaah dan 40.000 untuk sholat, berdasarkan waktu yang dialokasikan melalui aplikasi.

Baca: Konsul Haji: Izin Pembukaan Umrah Belum Diumumkan Secara Resmi oleh Arab Saudi

Baca: Lezatnya Bubur Ayam Haji Jewo, Kuliner Legendaris di Menteng Sejak 1980an

Kementerian Dalam Negeri Arab dalam pernyataan mengatakan, peziarah dari luar Arab Saudi diizinkan melakukan ibadah umrah paling cepat 1 November 2020.

Pelonggaran Pembatasan Penerbangan

Belum lama ini, Arab Saudi mulai melonggarkan beberapa pembatasan penerbangan internasional untuk pertama kalinya sejak Maret.

Kementerian mengatakan akan terus mengevaluasi pedoman dan perkembangan terkait pandemi ini.

Pada Juli kemarin, Kerajaan Arab Saudi mengadakan ziarah haji dengan skala lebih kecil karena kekhawatiran bahwa ibadah di Mekah dapat menjadi kluster penyebaran Covid yang besar.

Baca: Kumpulkan Uang Hasil Mengamen Selama 10 Tahun, Slamet Berhasil Daftar Haji Bersama Ibu

Semua peziarah merupakan penduduk atau warga negara Arab Saudi yang terpolih setelah mengii informasi di portal online.

Sekira 1.000 peziarah mengambil bagian dalam ibadah tersebut, setelah melewati uji untuk virus corona dan menjalani karantina.

Meskipun mengambil tindakan awal dan menyeluruh untuk membendung virus, Arab Saudi telah mencatat lebih dari 330.000 kasus, termasuk lebih dari 4.500 kematian.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas