Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dewan Muslim Prancis: Muslim Tidak Dianiaya, Mereka Bebas Beribadah

Dewan Muslim Prancis (French Council of the Muslim Faith) buka suara terkait kontroversi kartun Nabi Muhammad pada Senin (26/10/2020).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dewan Muslim Prancis: Muslim Tidak Dianiaya, Mereka Bebas Beribadah
Jean-Christophe Verhaegen, AFP
Mohammed Moussaoui, President of the French Council of the Muslim Faith (CFCM), pictured on July 29, 2020. 

Boikot Produk Prancis

Diberitakan sebelumnya, produk-produk Prancis diturunkan dari beberapa rak supermarket di beberapa negara di Timur Tengah.

Di antaranya yakni Yordania, Qatar, dan Kuwait pada Minggu (25/10/2020).

Produk kecantikan dan perawatan rambut buatan Prancis, misalnya, tidak lagi dipajang.

Di Kuwait, serikat retail besar telah memerintahkan pemboikotan barang-barang Prancis.

Baca juga: Supermarket di Negara Arab Boikot Produk Prancis Pasca Presiden Macron Dukung Kartun Nabi Muhammad

Baca juga: MUI Kecam Macron , Seruan Boikot Produk Prancis di Negara-negara Arab

Serikat Masyarakat Koperasi Konsumen, yang merupakan serikat non-pemerintah, mengatakan telah mengeluarkan arahan sebagai tanggapan atas "penghinaan berulang" terhadap Nabi Muhammad.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Prancis mengakui langkah tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menulis: "Seruan untuk boikot ini tidak berdasar dan harus segera dihentikan, beserta semua serangan terhadap negara kami, yang didorong oleh kelompok minoritas radikal."

Di dunia maya, seruan untuk boikot serupa di negara-negara Arab lainnya, seperti Arab Saudi, telah beredar.

Baca juga: Erdogan Minta Macron Periksa Kesehatan Mental, Prancis: Komentar Presiden Turki Tak Bisa Diterima

Tagar yang menyerukan boikot jaringan supermarket Prancis, Carrefour, adalah topik paling tren kedua di Arab Saudi, ekonomi terbesar di dunia Arab.

Sementara itu, unjuk rasa anti-Prancis berskala kecil digelar di Libya, Gaza, dan Suriah utara, tempat yang dikuasai milisi yang didukung Turki.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas