Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu Amerika Serikat 2020

Joe Biden Masih Unggul Seminggu Jelang Pilpres AS, Berikut Pemetaannya

Tiga negara bagian Rust Belt yaitu Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan terus menjadi bahan sorotan oleh lembaga survei atau pollsters.

Joe Biden Masih Unggul Seminggu Jelang Pilpres AS, Berikut Pemetaannya
JIM WATSON, SAUL LOEB / AFP
Kombinasi gambar yang dibuat pada tanggal 29 September 2020 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump (Kiri) dan calon Presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, bersiap-siap selama debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio pada 29 September 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, ATLANTA - Calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden difavoritkan kuat akan mengalahkan petahana Republik Donald Trump, seminggu menjelang hari pemungutan suara pada 3 November.

Rekapitulasi survei Kompas.com dalam seminggu terakhir menunjukan tidak adanya pergeseran signifikan angka jajak pendapat.

Biden konsisten unggul meyakinkan di survei nasional dan survei swing states.

Biden kokoh di Trio Rust Belt

Tiga negara bagian Rust Belt yaitu Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan terus menjadi bahan sorotan oleh lembaga survei atau pollsters.

Kunci kemenangan pilpres 2020 ada di trio negara bagian industrial yang secara mengejutkan dimenangkan Trump pada pilpres 2016.

Baca juga: Begini Cara Amerika Serikat Bantu Warga Disabilitas Ikut Pemilu Presiden

Sama seperti minggu-minggu sebelumnya, Biden tidak tergoyahkan memimpin di negara bagian yang didominasi pemilih kulit putih berkerah biru itu.

Rataan survei oleh The New York Times memperlihatkan jarak keunggulan yang nyaman bagi Biden

Di Michigan, mantan Wakil Presiden AS itu memimpin dengan rataan 9 poin, sedangkan di Wisconsin dan Pennsylvania masing-masing 7 dan 6 poin.

Trump masih dapat menang jika lembaga survei melakukan kesalahan di mana terjadi polling error berskala besar yang salah menghitung atau meremehkan jumlah pendukung Trump.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas