Pasangan Ilmuwan di Balik Vaksin Covid-19 Kolaborasi BioNTech dan Pfizer
Senin lalu, BioNTech dan Pfizer mengumumkan bahwa vaksin untuk Covid-19 yang dikembangkan oleh Dr Sahin dan timnya menunjukkan efektivitas
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Sanusi
Pasangan ini awalnya berfokus pada bidang penelitian dan pengajaran, termasuk di Universitas Zurich, tempat Dr Sahin bekerja di laboratorium Rolf Zinkernagel, yang akhirnya membuatnya memenangkan Hadiah Nobel tahun 1996 dalam bidang kedokteran.
Pada 2001, Dr Sahin dan Dr Türeci mendirikan Ganymed Pharmaceuticals, yang mengembangkan obat untuk pengobatan kanker menggunakan antibodi monoklonal.
Beberapa tahun kemudian, mereka juga mendirikan BioNTech dan mendorong penggunaan teknologi secara lebih luas, termasuk mRNA, untuk mengobati kanker.
"Kami ingin membangun perusahaan farmasi besar di Eropa," jelas Dr Sahin dalam wawancara dengan surat kabar lokal Jerman, Wiesbaden Courier.
Bahkan sebelum pandemi, BioNTech mendapatkan momentumnya.
Perusahaan ini berhasil mengumpulkan ratusan juta dolar dan sekarang memiliki lebih dari 1.800 orang staf.
Kantor cabangnya pun tersebar di seantero Jerman, selain di kota Berlin.
Pada tahun 2018, BioNTech memulai kemitraannya dengan Pfizer.
Kemudian pada tahun lalu, Bill & Melinda Gates Foundation menginvestasikan 55 juta dolar Amerika Serikat (AS) ke BioNTech untuk mendanai perawatan H.I.V dan tuberkulosis.
Di tahun 2019 juga, Dr Sahin dianugerahi Mustafa Prize, sebuah penghargaan dua tahunan Iran untuk Muslim dalam bidang sains dan teknologi.
Dr Sahin dan Dr Türeci menjual Ganymed seharga 1,4 miliar dolar AS pada 2016 lalu.
Kemudian BioNTech menjual sahamnya ke publik pada 2019, dalam beberapa bulan terakhir, nilai pasarnya telah melonjak melebihi 21 miliar dolar AS, ini yang membuat pasangan itu masuk dalam jajaran orang terkaya di Jerman.
Kedua miliarder itu kini tinggal bersama putri mereka di sebuah apartemen sederhana di dekat kantor pusat.
Uniknya, mereka hanya mengendarai sepeda saat pergi ke kantor dan tidak memiliki mobil.
"Ugur adalah individu yang sangat, sangat unik, ia hanya peduli pada sains, membahas bisnis bukanlah hal ia sukai Ia sama sekali tidak menyukainya, ia seorang ilmuwan dan orang yang memiliki prinsip, saya percaya padanya 100 persen," kata Bourla dalam wawancara bulan lalu.
Baca tanpa iklan